koridor.id, BARRU – Festival Budaya Toberru XIV dan Festival Aksara Lontara VI tahun 2025 resmi dibuka Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, di Alun-Alun Colliq Pujie. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya menjaga identitas dan karakter budaya di tengah perkembangan teknologi modern. Tahun ini, festival menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Barru dengan Kementerian Kebudayaan RI.
Bupati mengapresiasi dukungan kementerian dan berharap festival dapat memperkenalkan budaya Barru, terutama warisan Colliq Pujie, ke tingkat nasional dan internasional. Ia juga berbagi pengalaman dari Lemhanas di Singapura yang menginspirasinya untuk lebih serius melestarikan warisan budaya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dan mengajak masyarakat membangun Barru dengan ketulusan dan cinta daerah.
“Menjadi tugas kita bersama merawat kebudayaan daerah yang dirawat turun-temurun. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong memajukan kebudayaan kita agar tetap berdiri kuat menghadapi perubahan zaman,” terang Andi Ina.
Direktur Pengembangan Budaya Digital Kemendikbud, Andi Samsurijal, mengapresiasi komitmen Barru dalam menjaga aksara Lontara dan I La Galigo, serta memuji terselenggaranya festival besar meski persiapan singkat dan anggaran terbatas. Ia menilai festival harus menjadi tuntunan, bukan hanya tontonan, dan mendorong muatan lokal budaya di sekolah.
Perwakilan Gubernur Sulsel, Dr. Muhammad Ichsan Mustari, menegaskan komitmen provinsi dalam melestarikan aksara Lontara sebagai warisan peradaban Bugis-Makassar, termasuk melalui pendidikan dan literasi sejak dini.
Acara turut dirangkaikan dengan peresmian Museum Colliq Pujie dan penampilan Tari Massal Colliq Pujie oleh 150 penari, serta dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan. (*)

