Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Indonesia Bisa Jadi Raja Energi Terbarukan ASEAN, IESR Dorong PLTS 100 GW
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Indonesia Bisa Jadi Raja Energi Terbarukan ASEAN, IESR Dorong PLTS 100 GW

Diterbitkan 23 Februari 2026
Bagikan

JAKARTA  — Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk bertransformasi dari negara yang bergantung pada energi fosil menjadi pemimpin energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara. Hal ini didukung oleh potensi energi surya nasional yang sangat besar serta momentum transisi menuju ekonomi hijau.

Institute for Essential Services Reform (IESR) menyebut Indonesia memiliki potensi teknis energi surya mencapai sekitar 7,7 terawatt (TW). Kapasitas ini dinilai cukup untuk menyediakan pasokan listrik yang andal, kompetitif, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan elektrifikasi nasional.

Berita Terkait
Target Ambisius: Pembangunan PLTS 100 GigawattTahap Awal Fokus pada Daerah Terpencil dan Elektrifikasi DesaPerlu Reformasi Kebijakan dan Pengurangan PLTUDukungan Transisi Energi untuk Masa Depan Ekonomi Hijau

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan transformasi energi tersebut memerlukan tata kelola yang kuat dan terstruktur.

“Transformasi ini membutuhkan transparansi, peta jalan yang jelas, pengadaan kompetitif, pengawasan independen, serta penguatan kapasitas kelembagaan,” ujar Fabby dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/2/2026).


Target Ambisius: Pembangunan PLTS 100 Gigawatt

IESR bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merilis kajian bertajuk The Solar Archipelago: Indonesia’s 100 GW Leap to Energy Sovereignty. Kajian tersebut menyoroti pentingnya percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga mencapai kapasitas 100 gigawatt (GW).

Program ini juga akan didukung oleh sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS), guna menjaga stabilitas pasokan listrik.

Kajian tersebut memperkirakan kebutuhan investasi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan. Selain itu, diperlukan koordinasi lintas kementerian, dukungan sektor perbankan, pembiayaan hijau, serta keterlibatan swasta untuk memastikan keberhasilan implementasi program.

Transformasi ini juga akan membuka peluang besar dalam penciptaan lapangan kerja baru, terutama pada sektor instalasi, operasi, dan pemeliharaan sistem energi surya.

Baca Juga  Wali Kota Parepare Tasming Hamid: Ramadan Fair Jadi Wadah UMKM Parepare untuk Berkembang

Tahap Awal Fokus pada Daerah Terpencil dan Elektrifikasi Desa

Kepala Pemodelan dan Analisis Sistem Energi IESR, Alvin Putra Sisdwinugraha, mengungkapkan tahap awal program akan difokuskan pada pengembangan 26 GW PLTS terdesentralisasi yang terintegrasi dengan sistem BESS.

Program ini mencakup beberapa prioritas utama, antara lain:

  • Penggantian pembangkit listrik diesel di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)

  • Elektrifikasi pedesaan yang belum optimal

  • Penyediaan energi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat

Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting sebelum integrasi nasional menuju target PLTS 100 GW secara penuh.

Sebagai perbandingan, berbagai inisiatif energi dan infrastruktur nasional juga terus berkembang, termasuk program konektivitas digital nasional seperti layanan internet berbasis teknologi baru yang mulai diaktifkan secara bertahap pada 2026.


Perlu Reformasi Kebijakan dan Pengurangan PLTU

IESR menilai target energi surya nasional tidak akan tercapai tanpa reformasi kebijakan sektor ketenagalistrikan, termasuk revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Menurut Alvin, percepatan penghentian operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sudah tua dan tidak efisien sebelum tahun 2030 menjadi langkah strategis.

“Tanpa langkah tersebut, ruang pengembangan energi surya akan terbatas dan berisiko menciptakan kelebihan kapasitas berbasis energi fosil,” ujarnya.

Langkah ini juga penting untuk mencegah risiko stranded assets atau aset energi fosil yang tidak lagi ekonomis akibat perubahan kebijakan energi global.


Dukungan Transisi Energi untuk Masa Depan Ekonomi Hijau

Transformasi menuju energi surya berskala besar diyakini akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Selain itu, langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi karbon serta mendukung target net zero emission dalam beberapa dekade mendatang.

Baca Juga  Pemkot-DPRD dan Forkopimda Parepare Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Pengembangan PLTS 100 GW diharapkan menjadi tonggak penting dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat energi bersih di Asia Tenggara.

TAGGED:Ekonomi Hijauenergi ASEANenergi hijauenergi surya Indonesiaenergi terbarukanIESRinvestasi energikebijakan energilistrik IndonesiaPLTS Indonesiatransisi energi
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Mentan Amran dorong hilirisasi kelapa Indonesia
Amran Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Peluang Industri Bernilai Tinggi
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Grafik pergerakan harga pangan nasional berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia 3 Mei 2026
Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Hari Ini, Cabai dan Beras Kompak Turun
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
Parepare
2 Mei 2026
HIPMI Properti Sulsel Siap Dilantik, Bidik Penguatan Sektor Properti
BERITA
2 Mei 2026

Anda mungkin menyukai

sapi kurban parepare 2026
DaerahEKONOMIEkonomi & Bisnis

Penurunan Sapi Kurban di Parepare 2026: Dampak Harga Naik dan Strategi Pemerintah

29 April 2026
Hermanto P mengikuti forum ASWAKADA 2026 di Jakarta
NASIONALParepare

Dari Jakarta ke Parepare, Ini Misi Hermanto Usai Bimtek ASWAKADA 2026

28 April 2026
Stok beras Bulog capai 5 juta ton tanda swasembada pangan
EKONOMINASIONAL

Menteri Pertanian Sebut Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Ini Datanya

26 April 2026
ground breaking Fairus Zamzam Parepare
DaerahEKONOMIParepare

Ground Breaking Fairus Zamzam, Tasming Hamid Dorong Investasi Properti

24 April 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account