Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Mentan Amran Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas Rp18,2 Miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Mentan Amran Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas Rp18,2 Miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste

Diterbitkan 3 Maret 2026
Bagikan

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Pengiriman dilakukan secara bertahap hingga 31 Maret 2026 sebagai bagian dari strategi memperluas pasar global di tengah surplus produksi nasional.

Pelepasan ekspor berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Dalam sambutannya, Mentan Amran menegaskan industri perunggasan nasional telah mencapai swasembada, baik untuk telur maupun daging ayam, sehingga kini saatnya memperkuat ekspansi pasar luar negeri.

Berita Terkait
Bukti Swasembada dan Daya Saing GlobalEmpat Perusahaan Ekspor ke Tiga NegaraPengawasan Ketat dan Diplomasi VeterinerDampak Positif bagi Peternak Nasional

“Sekarang kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan komoditas lainnya. Produksi kita kuat, sehingga kita dorong ekspor ke berbagai negara. Saat ini ada 10 negara tujuan langganan ekspor,” ujarnya.

Bukti Swasembada dan Daya Saing Global

Menurut Amran, keberhasilan ekspor ini menjadi bukti Indonesia tidak lagi bergantung pada impor ayam. Produksi protein hewani dari subsektor unggas dinilai telah mencukupi kebutuhan domestik sekaligus membuka peluang pasar internasional.

Ia menekankan, lonjakan produksi tidak boleh menyebabkan harga anjlok di tingkat peternak. Pemerintah mengendalikan surplus melalui penyerapan domestik, termasuk pemanfaatan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memperluas akses ekspor.

“Keseimbangan pasokan dan harga harus tetap terjaga. Peternak harus terlindungi, industri juga tumbuh,” tegasnya.


Empat Perusahaan Ekspor ke Tiga Negara

Ekspor 545 ton produk unggas ini melibatkan empat perusahaan nasional:

  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk mengekspor 517 ton telur konsumsi (sekitar 8,13 juta butir) ke Singapura senilai Rp15,90 miliar. Pada 3 Maret 2026 saja, perusahaan ini mengirim 41,3 ton telur senilai sekitar Rp1,2 miliar.
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mengekspor 6 ton olahan ayam ke Singapura senilai sekitar Rp1 miliar.
  • PT Taat Indah Bersinar mengirim 22 ton olahan ayam dan karkas ke Timor Leste senilai Rp837 juta.
  • PT Malindo Food Delight menembus pasar Jepang dengan 6 ton produk olahan seperti nugget dan karaage senilai Rp271,3 juta.
Baca Juga  Bapanas Segel Distributor Nakal, Amran Tegaskan Harga Pangan Tak Boleh Melebihi HET Saat Ramadan

Keempat perusahaan tersebut dinilai mampu menjaga standar mutu sesuai persyaratan negara tujuan, termasuk Singapura dan Jepang yang dikenal memiliki standar keamanan pangan ketat.


Pengawasan Ketat dan Diplomasi Veteriner

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor tidak terlepas dari penguatan sistem kesehatan hewan dan pengawasan berbasis standar internasional.

“Setiap produk telah melalui sertifikasi veteriner dan pengawasan ketat sesuai persyaratan negara tujuan. Aspek traceability, biosekuriti, dan keamanan pangan menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembukaan serta pemeliharaan akses pasar luar negeri dilakukan melalui diplomasi veteriner yang intensif untuk menjaga kepercayaan pasar internasional.


Dampak Positif bagi Peternak Nasional

Ekspor ini memberi kepastian pasar di tengah produksi nasional yang melimpah. Pemerintah memanfaatkan surplus untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus memperluas pangsa pasar global.

Dengan tren ekspor yang terus tumbuh, industri perunggasan nasional dinilai berada pada posisi lebih kuat dan kompetitif. Kementan menegaskan komitmennya mengawal keseimbangan antara surplus produksi, stabilitas harga, dan ekspansi pasar internasional.

TAGGED:Andi Amran Sulaimanayam olahanekspor unggasindustri perunggasanJepangpeternakan nasionalSingapuratelur eksporTimor Leste
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Mentan Amran dorong hilirisasi kelapa Indonesia
Amran Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Peluang Industri Bernilai Tinggi
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Grafik pergerakan harga pangan nasional berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia 3 Mei 2026
Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Hari Ini, Cabai dan Beras Kompak Turun
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
Parepare
2 Mei 2026
HIPMI Properti Sulsel Siap Dilantik, Bidik Penguatan Sektor Properti
BERITA
2 Mei 2026

Anda mungkin menyukai

sapi kurban parepare 2026
DaerahEKONOMIEkonomi & Bisnis

Penurunan Sapi Kurban di Parepare 2026: Dampak Harga Naik dan Strategi Pemerintah

29 April 2026
Hermanto P mengikuti forum ASWAKADA 2026 di Jakarta
NASIONALParepare

Dari Jakarta ke Parepare, Ini Misi Hermanto Usai Bimtek ASWAKADA 2026

28 April 2026
Stok beras Bulog capai 5 juta ton tanda swasembada pangan
EKONOMINASIONAL

Menteri Pertanian Sebut Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Ini Datanya

26 April 2026
ground breaking Fairus Zamzam Parepare
DaerahEKONOMIParepare

Ground Breaking Fairus Zamzam, Tasming Hamid Dorong Investasi Properti

24 April 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account