JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melontarkan tantangan terbuka kepada para pengusaha, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran strategis dalam mengembangkan hilirisasi kelapa di Indonesia.
Langkah ini bukan sekadar dorongan normatif. Pemerintah melihat adanya celah besar antara potensi produksi kelapa nasional dengan kemampuan industri pengolahannya yang masih terbatas.
“Kelapa kita sangat melimpah dan nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat jika diolah. Tapi industri pengolahannya masih terbatas. Ini peluang besar yang harus segera diambil,” ujar Amran.
Hilirisasi Kelapa: Dari Bahan Mentah ke Produk Bernilai Tinggi
Selama ini, ekspor kelapa Indonesia masih didominasi bahan mentah. Padahal, produk turunan seperti minyak kelapa, santan kemasan, hingga produk kosmetik memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi.
Karena itu, pemerintah mempercepat program hilirisasi kelapa nasional. Targetnya, luas kawasan pengembangan meningkat drastis dari sekitar 11.515 hektare pada 2025 menjadi 150.000–154.000 hektare pada 2026.
Kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari strategi besar hilirisasi perkebunan yang diproyeksikan mampu:
- Menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja hingga 2027
- Meningkatkan nilai tambah komoditas lokal
- Mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah
Mental Pengusaha Jadi Penentu
Amran tidak hanya menyoroti aspek kebijakan. Ia menekankan bahwa keberhasilan industri sangat bergantung pada mentalitas pelaku usaha.
“Kalau jadi pengusaha, jangan terlalu banyak berpikir tanpa aksi. Harus berani. Mulai saja dulu, bangun pabrik, kembangkan usaha. Peluang itu tidak datang dua kali,” tegasnya.
Dalam konteks ini, keberanian mengambil risiko dinilai lebih penting dibanding sekadar perencanaan panjang tanpa eksekusi.
Mindset, Integritas, dan Konsistensi
Lebih jauh, Amran menggarisbawahi bahwa kesuksesan bisnis tidak hanya soal modal finansial. Ada tiga fondasi utama yang harus dimiliki:
- Pola pikir yang fokus pada solusi
- Integritas dalam menjalankan usaha
- Konsistensi dalam membangun bisnis jangka panjang
“Sukses itu ada di pikiran. Kalau kita fokus pada solusi dan terus bergerak, insya Allah berhasil,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pengusaha tidak cepat puas dan tetap rendah hati dalam menghadapi dinamika bisnis.
Momentum Global: Indonesia Punya Semua Modal
Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk turunan kelapa, Indonesia dinilai berada pada posisi strategis. Kombinasi lahan luas, iklim tropis, dan sumber daya manusia menjadi keunggulan kompetitif yang sulit disaingi.
“Kalau kita serius membangun dari hulu ke hilir, Indonesia bisa menjadi pemain utama dunia. Kita punya semua: lahan, iklim, dan sumber daya,” jelas Amran.
Menurut laporan berbagai lembaga internasional, permintaan produk berbasis kelapa terus meningkat, terutama untuk kebutuhan pangan sehat dan industri kosmetik.
Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri
Di akhir arahannya, Amran menyampaikan pesan tegas: pengusaha Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah peluang besar yang ada.
“Jangan hanya jadi penonton. Indonesia butuh pengusaha berani yang siap membangun industri dan membuka lapangan kerja. Kita bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia,” tutupnya.
Pesan ini sekaligus menjadi alarm: tanpa percepatan hilirisasi, Indonesia berisiko terus berada di posisi bawah rantai nilai global.
Sebaliknya, jika momentum ini dimanfaatkan dengan tepat, industri kelapa bisa menjadi salah satu pilar baru pertumbuhan ekonomi nasional.




