Koridor.idKoridor.idKoridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Buka Festival Budaya Toberru dan Aksara Lontara, Andi Ina: Jaga Identitas dan Karakter Ditengah Perkembangan Teknologi 
Font ResizerAa
Koridor.idKoridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Buka Festival Budaya Toberru dan Aksara Lontara, Andi Ina: Jaga Identitas dan Karakter Ditengah Perkembangan Teknologi 

Diterbitkan 24 November 2025
Bagikan

koridor.id, BARRU – Festival Budaya Toberru XIV dan Festival Aksara Lontara VI tahun 2025 resmi dibuka Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, di Alun-Alun Colliq Pujie. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya menjaga identitas dan karakter budaya di tengah perkembangan teknologi modern. Tahun ini, festival menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Barru dengan Kementerian Kebudayaan RI.

Bupati mengapresiasi dukungan kementerian dan berharap festival dapat memperkenalkan budaya Barru, terutama warisan Colliq Pujie, ke tingkat nasional dan internasional. Ia juga berbagi pengalaman dari Lemhanas di Singapura yang menginspirasinya untuk lebih serius melestarikan warisan budaya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dan mengajak masyarakat membangun Barru dengan ketulusan dan cinta daerah.

“Menjadi tugas kita bersama merawat kebudayaan daerah yang dirawat turun-temurun. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong memajukan kebudayaan kita agar tetap berdiri kuat menghadapi perubahan zaman,” terang Andi Ina.

Direktur Pengembangan Budaya Digital Kemendikbud, Andi Samsurijal, mengapresiasi komitmen Barru dalam menjaga aksara Lontara dan I La Galigo, serta memuji terselenggaranya festival besar meski persiapan singkat dan anggaran terbatas. Ia menilai festival harus menjadi tuntunan, bukan hanya tontonan, dan mendorong muatan lokal budaya di sekolah.

Perwakilan Gubernur Sulsel, Dr. Muhammad Ichsan Mustari, menegaskan komitmen provinsi dalam melestarikan aksara Lontara sebagai warisan peradaban Bugis-Makassar, termasuk melalui pendidikan dan literasi sejak dini.

Acara turut dirangkaikan dengan peresmian Museum Colliq Pujie dan penampilan Tari Massal Colliq Pujie oleh 150 penari, serta dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan. (*)

Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Angin Kencang Rusak 34 Rumah, Pemkab Barru Bergerak Cepat Warga Terdampak
BERITA 2 Februari 2026
Bhabinkamtibmas Polsubsektor Mapilli Monitoring Posyandu Mujur, Ajak Warga Cegah Stunting
BERITA 2 Februari 2026
RSUD Andi Makkasau Tertibkan Layanan Rawat Jalan Urologi
KESEHATAN 31 Januari 2026
Tinjau Pembangunan Masjid Raya, Bupati Andi Ina Optimis Digunakan Ramadan 
BERITA 31 Januari 2026

Anda mungkin menyukai

BERITA

Bhabinkamtibmas Desa Nepo Bersama Aparat Desa Gelar Kerja Bakti

30 Januari 2026
BERITA

Personel Polsek Urban Wonomulyo Dampingi Petani Jagung Jual Hasil Panen ke BULOG

30 Januari 2026
BERITA

Unit Lantas Polsek Urban Wonomulyo Datangi TKP Kecelakaan Maut di Luyo, Dua Pengendara Motor Tewas

30 Januari 2026
BERITA

Truk Bermuatan BBM Solar Diamankan, Pihak SPBU Bantah Praktik Ilegal

30 Januari 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account