Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Efisiensi Anggaran, Program MBG Berpotensi Dikurangi Jadi 5 Hari
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Efisiensi Anggaran, Program MBG Berpotensi Dikurangi Jadi 5 Hari

Diterbitkan 27 Maret 2026
Bagikan

JAKARTA – Pemerintah tengah mengkaji penyesuaian penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam kali menjadi lima kali dalam sepekan. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap finalisasi dan belum diputuskan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Berita Terkait
Skema Efisiensi MBG dan Potensi PenghematanPenyaluran MBG Disesuaikan Kehadiran SiswaFokus Peningkatan Kualitas ProgramKebijakan Menunggu Keputusan Final

“Sedang kita finalkan,” ujar Prasetyo saat ditemui di kawasan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, pemerintah akan segera mengumumkan langkah-langkah strategis dalam merespons kondisi global, termasuk kepastian terkait skema penyaluran MBG.

“(Diumumkan) minggu ini. Ada Sabtu, ada Minggu,” katanya.


Skema Efisiensi MBG dan Potensi Penghematan

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan opsi efisiensi program MBG. Salah satu skemanya adalah mengurangi frekuensi penyaluran dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.

Menurut Purbaya, langkah tersebut berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun, berdasarkan perhitungan awal.

“Dia bilang saja Rp40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih,” ujarnya.

Purbaya menegaskan bahwa efisiensi ini merupakan inisiatif dari BGN, bukan pemangkasan sepihak oleh Kementerian Keuangan.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi ekonomi global yang belum stabil, terutama akibat konflik geopolitik yang berdampak pada lonjakan harga energi, termasuk minyak.


Penyaluran MBG Disesuaikan Kehadiran Siswa

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penyaluran MBG akan disesuaikan dengan kehadiran siswa di sekolah.

“Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah,” ujarnya.

Baca Juga  Melalui Gerakan Pangan Murah,  Pemda Enrekang Tebar 2500 Paket Sembako di Anggeraja

Ia mencontohkan, apabila sekolah hanya berlangsung lima hari dalam sepekan, maka penyaluran MBG juga mengikuti jumlah hari tersebut. Sebaliknya, jika ada sekolah dengan enam hari belajar, maka distribusi tetap dilakukan enam kali.

“Berdasarkan data yang ada, mayoritas sekolah berlangsung lima hari,” jelasnya.

Selain itu, Dadan menegaskan bahwa penyaluran MBG akan dihentikan sementara saat hari libur sekolah.


Fokus Peningkatan Kualitas Program

Untuk tahun 2026, pemerintah juga berfokus pada peningkatan kualitas program MBG sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Penyaluran bantuan dilakukan berbasis data penerima yang telah diverifikasi, dengan menu makanan segar siap santap.

Distribusi program ini juga disesuaikan dengan kelompok penerima, antara lain:

  • Siswa sekolah menerima di lingkungan sekolah
  • Santri dan peserta pendidikan keagamaan di tempat masing-masing
  • Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui posyandu atau kunjungan ke rumah

“Jika libur, maka MBG berhenti disalurkan,” kata Dadan.


Kebijakan Menunggu Keputusan Final

Meski opsi efisiensi telah disiapkan, pemerintah menegaskan bahwa keputusan final masih menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat pusat.

Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, tanpa mengabaikan kondisi fiskal negara.

TAGGED:MBG 2026
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Mentan Amran dorong hilirisasi kelapa Indonesia
Amran Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Peluang Industri Bernilai Tinggi
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Grafik pergerakan harga pangan nasional berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia 3 Mei 2026
Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Hari Ini, Cabai dan Beras Kompak Turun
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
Parepare
2 Mei 2026
HIPMI Properti Sulsel Siap Dilantik, Bidik Penguatan Sektor Properti
BERITA
2 Mei 2026

Anda mungkin menyukai

sapi kurban parepare 2026
DaerahEKONOMIEkonomi & Bisnis

Penurunan Sapi Kurban di Parepare 2026: Dampak Harga Naik dan Strategi Pemerintah

29 April 2026
Hermanto P mengikuti forum ASWAKADA 2026 di Jakarta
NASIONALParepare

Dari Jakarta ke Parepare, Ini Misi Hermanto Usai Bimtek ASWAKADA 2026

28 April 2026
Stok beras Bulog capai 5 juta ton tanda swasembada pangan
EKONOMINASIONAL

Menteri Pertanian Sebut Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Ini Datanya

26 April 2026
ground breaking Fairus Zamzam Parepare
DaerahEKONOMIParepare

Ground Breaking Fairus Zamzam, Tasming Hamid Dorong Investasi Properti

24 April 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account