Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Harga Minyak Dunia Tembus US$110, Pemerintah Diminta Tahan Kenaikan BBM Subsidi
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Harga Minyak Dunia Tembus US$110, Pemerintah Diminta Tahan Kenaikan BBM Subsidi

Diterbitkan 10 Maret 2026
Bagikan

JAKARTA – Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang didukung Israel memicu kekhawatiran pasar energi global.

Saat ini harga minyak dunia dilaporkan telah menyentuh US$110 per barel dan diperkirakan masih berpotensi terus meningkat. Kondisi tersebut berisiko memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada sektor subsidi energi.

Berita Terkait
Realokasi Anggaran Dinilai Lebih AmanHarga Minyak Berpotensi Tembus US$150Kenaikan BBM Berisiko Picu Inflasi

Lonjakan harga minyak ini dapat menyebabkan beban subsidi energi dalam APBN meningkat secara signifikan apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan fiskal yang tepat.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai pemerintah sebaiknya tidak terburu-buru mengambil langkah menaikkan harga energi bersubsidi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, pemerintah masih memiliki ruang untuk melakukan pergeseran atau realokasi anggaran guna menahan tekanan subsidi energi akibat lonjakan harga minyak dunia.

“Pergeseran anggaran program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bisa dilakukan terlebih dahulu untuk memberikan buffer ruang fiskal,” ujar Bhima, Senin (9/3/2026).


Realokasi Anggaran Dinilai Lebih Aman

Bhima memperkirakan terdapat potensi sekitar Rp340 triliun anggaran yang dapat direalokasi dari berbagai program prioritas dan belanja pemerintah yang dinilai kurang produktif.

Menurutnya, langkah tersebut lebih tepat dilakukan dibandingkan menaikkan harga BBM yang berpotensi memicu inflasi serta menekan daya beli masyarakat.

“Menjaga stabilitas inflasi saat ini lebih penting. Opsi kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, sebaiknya dihindari karena masih ada ruang pergeseran anggaran,” katanya.

Baca Juga  Wali Kota Parepare Serap Aspirasi Pedagang dan Tinjau Fasilitas di Pasar Sumpang

Ia menilai kebijakan fiskal yang fleksibel akan membantu pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.


Harga Minyak Berpotensi Tembus US$150

Sementara itu, pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, memperkirakan harga minyak dunia masih berpotensi terus meningkat dalam waktu dekat.

Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang memicu kenaikan harga minyak saat ini, yaitu konflik geopolitik di Timur Tengah serta potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang merupakan jalur utama distribusi energi dunia.

Jika kedua faktor tersebut terus berlangsung, harga minyak dunia diprediksi dapat melonjak hingga US$150 per barel.

“Jika dua variabel ini tetap terjadi dalam beberapa minggu ke depan, harga minyak bisa saja mencapai US$150 per barel,” ujar Fahmy.

Ia juga menyinggung asumsi harga minyak dalam APBN yang ditetapkan sekitar US$70 per barel, sementara kemampuan APBN menahan gejolak diperkirakan berada di sekitar US$90 per barel.

Dengan harga minyak yang kini telah menembus US$110 per barel, tekanan terhadap fiskal negara dinilai semakin berat.


Kenaikan BBM Berisiko Picu Inflasi

Fahmy menilai kebijakan menaikkan harga BBM subsidi dapat membawa dampak besar bagi perekonomian nasional.

Selain meningkatkan inflasi, kebijakan tersebut juga berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan memperberat beban ekonomi kelompok berpenghasilan rendah.

“Kalau harga energi subsidi dinaikkan, dampaknya bisa memicu inflasi yang cukup tinggi, daya beli masyarakat turun, dan beban ekonomi rakyat kecil semakin berat,” jelasnya.

Karena itu, ia menyarankan pemerintah lebih dahulu melakukan refocusing anggaran dari berbagai program prioritas sebelum mempertimbangkan kenaikan harga BBM.

Langkah tersebut dinilai menjadi cara tercepat untuk memitigasi dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Baca Juga  Mentan Amran Pastikan Stok Jelang Lebaran Aman, Beras di Bulog Capai 2,2 Juta Ton
TAGGED:APBN Indonesiaenergi duniaharga minyak 2026inflasi Indonesiakebijakan energi pemerintahperang Timur tengahsubsidi BBM Indonesia
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Mentan Amran dorong hilirisasi kelapa Indonesia
Amran Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Peluang Industri Bernilai Tinggi
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Grafik pergerakan harga pangan nasional berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia 3 Mei 2026
Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Hari Ini, Cabai dan Beras Kompak Turun
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
Parepare
2 Mei 2026
HIPMI Properti Sulsel Siap Dilantik, Bidik Penguatan Sektor Properti
BERITA
2 Mei 2026

Anda mungkin menyukai

sapi kurban parepare 2026
DaerahEKONOMIEkonomi & Bisnis

Penurunan Sapi Kurban di Parepare 2026: Dampak Harga Naik dan Strategi Pemerintah

29 April 2026
Hermanto P mengikuti forum ASWAKADA 2026 di Jakarta
NASIONALParepare

Dari Jakarta ke Parepare, Ini Misi Hermanto Usai Bimtek ASWAKADA 2026

28 April 2026
Stok beras Bulog capai 5 juta ton tanda swasembada pangan
EKONOMINASIONAL

Menteri Pertanian Sebut Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Ini Datanya

26 April 2026
ground breaking Fairus Zamzam Parepare
DaerahEKONOMIParepare

Ground Breaking Fairus Zamzam, Tasming Hamid Dorong Investasi Properti

24 April 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account