GOIANIA – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencetak sejarah di ajang Moto3 Brasil 2026 setelah finis di posisi ketiga pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Goiania, Brasil, Minggu (22/3/2026).
Prestasi ini menjadikan Veda sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil menembus podium di kelas Moto3, sekaligus menandai tonggak penting dalam perjalanan kariernya di kancah balap motor dunia.
Pembalap binaan Honda Team Asia itu tampil impresif sejak awal lomba. Memulai balapan dari posisi keempat, Veda langsung menunjukkan agresivitas dengan merebut posisi ketiga di tikungan pertama.
Namun, ketatnya persaingan di kelas Moto3 membuat situasi berubah cepat. Veda sempat melakukan kesalahan dan melebar keluar lintasan, yang membuatnya turun hingga posisi ke-10.
Drama balapan semakin memanas saat bendera merah atau red flag dikibarkan pada lap ke-15 akibat insiden di lintasan. Saat itu, Veda berada di posisi kesembilan.
Restart balapan dengan format lima lap menjadi momentum kebangkitan bagi pembalap bernomor 54 tersebut. Ia tampil luar biasa dengan melakukan sejumlah manuver menyalip hingga akhirnya kembali ke barisan depan.
Manajer tim, Hiroshi Aoyama, mengaku terkesan dengan performa anak asuhnya tersebut.
“Balapan hari ini sangat panas dan penuh tantangan. Restart lima lap benar-benar mengubah segalanya. Veda mampu memanfaatkan momentum dengan sangat baik,” ujar Aoyama.
Ia menilai, kemampuan Veda melakukan comeback di bawah tekanan menjadi bukti kematangan mental yang luar biasa, terutama bagi seorang rookie.
“Untuk pembalap yang baru menjalani balapan kedua, ini adalah hasil fantastis. Veda melakukan pekerjaan luar biasa dan menunjukkan potensi besar,” tambahnya.
Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada perolehan poin, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Veda mampu bersaing di papan atas klasemen Moto3 musim 2026.
Konsistensi, keberanian dalam duel, serta kemampuan menjaga ritme balapan menjadi modal penting bagi pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu untuk menghadapi seri-seri berikutnya.
Lebih dari sekadar podium, pencapaian ini juga mencerminkan perkembangan positif sistem pembinaan pembalap muda Indonesia di level internasional.
Dengan dukungan tim dan pengalaman yang terus bertambah, Veda kini tidak lagi sekadar peserta, melainkan mulai diperhitungkan sebagai penantang serius di ajang Grand Prix.


