Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Hilirisasi Ayam Nasional Dimulai dari Sulsel, Peternak Dapat Kepastian Pasar
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Hilirisasi Ayam Nasional Dimulai dari Sulsel, Peternak Dapat Kepastian Pasar

Diterbitkan 12 April 2026
Bagikan

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat hilirisasi ayam di Sulawesi Selatan guna mendukung pasokan program makan bergizi gratis (MBG). Langkah ini sekaligus memperkuat rantai pasok dan menjaga stabilitas produksi peternakan unggas nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan pembangunan sektor perunggasan tidak hanya berfokus pada produksi. Pemerintah kini mengembangkan ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir agar lebih efisien dan berkelanjutan.

Yang kita bangun bukan hanya produksi, tetapi ekosistem yang memastikan penyerapan, keberlanjutan, dan dampak nyata bagi masyarakat, ujar Agung dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, pemerintah terus mendorong pemerataan pasokan protein hewani melalui penguatan hilirisasi ayam. Program ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan produksi sekaligus membuka peluang usaha bagi peternak di daerah.

Pengembangan tahap awal dilakukan di Sulawesi Selatan melalui kolaborasi antara ID FOOD dan PT Ugi Agri Harapan Indonesia. Skema tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan daging ayam dan telur yang terus meningkat, khususnya untuk mendukung program MBG.

Selama ini, produksi ayam nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Akibatnya, potensi ketimpangan pasokan dan harga di wilayah lain kerap terjadi jika tidak diantisipasi secara sistematis.

Oleh karena itu, keterlibatan peternak lokal menjadi kunci dalam sistem ini. Melalui kemitraan, peternak tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memperoleh kepastian pasar serta dukungan produksi.

Agung menjelaskan, peran BUMN difokuskan pada penguatan sektor hulu seperti penyediaan bibit dan pakan. Sementara itu, kegiatan budidaya hingga pengolahan dilakukan bersama mitra dan peternak lokal.

Kunci keberhasilan ada pada implementasi di lapangan yang berjalan paralel dan terkoordinasi, jelasnya.


Lebih lanjut, Agung menegaskan program hilirisasi ayam tidak boleh berhenti pada tahap penandatanganan kerja sama. Ia meminta seluruh pihak segera merealisasikan program tersebut di lapangan.

Program ini harus segera diwujudkan dalam aksi nyata, tegasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha, ekosistem perunggasan nasional diharapkan semakin merata. Selain itu, sistem ini juga diyakini mampu meningkatkan efisiensi dan mendukung ketahanan pangan berbasis protein hewani di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Bahas IKN, Jokowi Panggil Yusril Ihza Mahendra ke Istana

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menambahkan pihaknya memastikan hasil produksi peternak terserap dengan baik, terutama untuk kebutuhan program MBG.

Kami memastikan hasil peternakan terserap sehingga harga tetap stabil dan peternak memiliki kepastian pasar, ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya skema offtake sebagai fondasi keberlanjutan investasi di sektor peternakan.

Dengan jaminan penyerapan, ekosistem ini dapat tumbuh berkelanjutan dan berdampak langsung pada ketersediaan pangan nasional, tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Ugi Agri Harapan Indonesia, Andi Damisnur, menyatakan kesiapan pihaknya menjalankan program tersebut bersama mitra dan peternak.

Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar seluruh proses dari produksi hingga distribusi berjalan terintegrasi, katanya.

Ia juga menilai pendampingan berkelanjutan dari pemerintah sangat penting agar implementasi program berjalan optimal.

Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya berkembang di Bone, tetapi meluas ke seluruh wilayah Sulawesi Selatan hingga Indonesia Timur.

TAGGED:hilirisasi ayamid foodpeternak lokalpeternakan ayamunggas nasional
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Konferprov PWI Sulsel: Suwardi Tahir Daftar, Senior Ingatkan Marwah Organisasi
BERITA
13 Mei 2026
Satlantas Polres Polman Gelar Penyuluhan Tertib Berlalu Lintas
BERITA
13 Mei 2026
Bhabinkamtibmas Desa Batetangnga Hadiri Rapat Rembuk Stunting
BERITA
13 Mei 2026
KPU Parepare Lakukan PDPB di Lapas, Pastikan Hak Pilih Warga Binaan 
Parepare
13 Mei 2026

Anda mungkin menyukai

Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan pencoretan penerima bansos terindikasi judi online di Istana Kepresidenan Jakarta
EKONOMINASIONALPOLITIK

Mensos Coret 11 Ribu Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, Penyaluran Kini Diperketat

12 Mei 2026
TVRI membuka lisensi gratis nobar Piala Dunia 2026 untuk UMKM
EKONOMINASIONALOLAHRAGA

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 untuk UMKM, Begini Cara Daftarnya

7 Mei 2026
Dialog Mentan Amran bersama 118 BEM Indonesia bahas program pertanian
Ekonomi & BisnisNASIONAL

Dialog 118 BEM dan Mentan Amran: MBG hingga Swasembada Pangan Jadi Sorotan

7 Mei 2026
Penghapusan guru honorer 2027 dan skema PPPK
NASIONALPENDIDIKAN

Pemerintah Hapus Guru Honorer Mulai 2027, Ini Dampaknya bagi Daerah

7 Mei 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account