Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Kementan Percepat Cetak Sawah, Antisipasi El Nino 2027
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Kementan Percepat Cetak Sawah, Antisipasi El Nino 2027

Diterbitkan 28 Februari 2026
Bagikan

Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia mempercepat pelaksanaan program cetak sawah nasional sebagai langkah strategis mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2027. Program ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan cetak sawah harus menjadi prioritas agar produksi pangan nasional tetap terjaga. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Percepatan Koordinasi Penyelesaian Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Berita Terkait
Cetak Sawah Jadi Strategi Utama Ketahanan Pangan NasionalAntisipasi Krisis Pangan Global Akibat Perubahan IklimKolaborasi Pemerintah dan TNI Percepat Realisasi ProgramProgram Cetak Sawah Jadi Investasi Masa Depan Pangan Indonesia

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi utama stabilitas negara, sehingga pemerintah tidak boleh lengah menghadapi potensi gangguan iklim.

“Kita tidak boleh kendur, tidak boleh lengah. Kondisi iklim dunia tidak menentu. Diprediksi tahun depan terjadi El Nino, jadi kita harus kerja keras tahun ini,” ujar Amran dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).


Cetak Sawah Jadi Strategi Utama Ketahanan Pangan Nasional

Fenomena El Nino diketahui dapat menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan di Indonesia. Dampaknya, musim kemarau menjadi lebih panjang dan meningkatkan risiko kekeringan yang berpotensi menurunkan produksi pangan, khususnya beras.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menargetkan program cetak sawah nasional mencapai 225.000 hektare pada 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 110.000 hektare saat ini sedang dalam tahap penyelesaian.

Program ini tersebar di berbagai wilayah strategis, antara lain:

  • Gorontalo
  • Sulawesi Tenggara
  • Papua Tengah
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Bengkulu
  • Kalimantan Selatan
  • Jambi
  • Sulawesi Barat
  • Papua Barat Daya
  • Sulawesi Selatan
  • Kalimantan Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Riau
  • Kalimantan Utara
  • Papua Pegunungan
Baca Juga  Ribuan Buka Puasa Bersama IKA Unhas – Himpuni di Kediaman Mentan Amran

Sementara itu, pemerintah meningkatkan target cetak sawah menjadi 250.000 hektare pada 2026 untuk memperkuat kapasitas produksi pangan nasional secara berkelanjutan.


Antisipasi Krisis Pangan Global Akibat Perubahan Iklim

Menteri Amran mencontohkan dampak El Nino yang terjadi pada periode 2023–2024, di mana sejumlah negara mengalami krisis pangan hingga menghentikan ekspor beras demi menjaga stok domestik.

Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Tidak ada satu negara pun mampu bertahan jika pangannya terganggu,” tegasnya.

Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia membutuhkan strategi jangka panjang untuk memastikan pasokan pangan tetap aman dalam berbagai kondisi iklim.


Kolaborasi Pemerintah dan TNI Percepat Realisasi Program

Dalam percepatan program cetak sawah nasional, pemerintah juga melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat TNI melalui Babinsa. Kolaborasi ini dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan sesuai target.

Babinsa berperan aktif dalam mendampingi petani, membantu pengawasan, serta memastikan kesiapan lahan pertanian baru.

Amran menyampaikan apresiasi atas kontribusi Babinsa yang turut mendukung program swasembada pangan nasional.

“Salam hormat untuk Babinsa yang ikut mensukseskan swasembada pangan. Ini kontribusi nyata untuk negara,” ujarnya.


Program Cetak Sawah Jadi Investasi Masa Depan Pangan Indonesia

Percepatan cetak sawah nasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk.

Dengan perluasan lahan pertanian, pemerintah berharap produksi beras nasional tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan dalam kondisi iklim ekstrem.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor di masa depan.

TAGGED:Amran Sulaimancetak sawah nasionalEl ninokrisis panganLahan pertanianpetani Indonesiaproduksi beras
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Mentan Amran dorong hilirisasi kelapa Indonesia
Amran Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Peluang Industri Bernilai Tinggi
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Grafik pergerakan harga pangan nasional berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia 3 Mei 2026
Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Hari Ini, Cabai dan Beras Kompak Turun
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
Parepare
2 Mei 2026
HIPMI Properti Sulsel Siap Dilantik, Bidik Penguatan Sektor Properti
BERITA
2 Mei 2026

Anda mungkin menyukai

sapi kurban parepare 2026
DaerahEKONOMIEkonomi & Bisnis

Penurunan Sapi Kurban di Parepare 2026: Dampak Harga Naik dan Strategi Pemerintah

29 April 2026
Hermanto P mengikuti forum ASWAKADA 2026 di Jakarta
NASIONALParepare

Dari Jakarta ke Parepare, Ini Misi Hermanto Usai Bimtek ASWAKADA 2026

28 April 2026
Stok beras Bulog capai 5 juta ton tanda swasembada pangan
EKONOMINASIONAL

Menteri Pertanian Sebut Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Ini Datanya

26 April 2026
ground breaking Fairus Zamzam Parepare
DaerahEKONOMIParepare

Ground Breaking Fairus Zamzam, Tasming Hamid Dorong Investasi Properti

24 April 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account