PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, melaksanakan safari religi dengan mengunjungi jamaah Mushollah Nur Qolby yang berada di lingkungan Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Polres Parepare, Jalan Bandar Madani, Kelurahan Mallusetasi, Selasa malam (21/4/2026).
Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 19.50 WITA itu disambut langsung oleh Wakapolres Parepare Saharuddin bersama sejumlah pejabat Polres Parepare dan jajaran Pemerintah Kota Parepare.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kabag Ops Kompol Slamet Paryanto, Kabag Logistik AKP Joddi Titaleptta, Kapolsek KPN Iptu Suardi, Camat Ujung Andi Muliady, serta Lurah Mallusetasi Andi Muhlis.
Perkuat Keimanan dan Kebersamaan
Safari religi ini tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut dihadiri oleh personel Polsek KPN serta jamaah tabligh yang turut memeriahkan suasana.
Dalam rangkaian kegiatan, Wali Kota Parepare bersama para jamaah mengikuti dakwah Islam yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menjaga persatuan di tengah masyarakat,” demikian esensi kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Dorong Stabilitas Kamtibmas
Lebih lanjut, safari religi tersebut juga menjadi wadah untuk mendorong pemberdayaan umat. Di sisi lain, kegiatan ini menekankan pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolsek KPN Iptu Suardi melalui keterangan tertulisnya menegaskan bahwa kunjungan ini memiliki makna strategis.
“Safari Wali Kota Parepare ini tidak hanya berfokus pada aspek religi, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Tradisi Liwetan Pererat Kekeluargaan
Suasana keakraban semakin terasa ketika kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dalam satu nampan atau tradisi liwetan. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan kesetaraan di antara seluruh peserta.
Momentum tersebut sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat yang hadir.
Wali Kota Parepare meninggalkan Mushollah Nur Qolby sekitar pukul 21.05 WITA. Kunjungan itu meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebersamaan dan terus merawat nilai silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat.


