Koridor.idKoridor.idKoridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Warga Lingkar Tambang: Narasi “Malapetaka Rimba Terakhir” Tidak Mewakili Suara Kami
Font ResizerAa
Koridor.idKoridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Warga Lingkar Tambang: Narasi “Malapetaka Rimba Terakhir” Tidak Mewakili Suara Kami

Diterbitkan 20 Agustus 2025
Bagikan

Koridor.id, LUWU — Komunitas Warga Lingkar Tambang (KWLT) merespons kritikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan yang menuding aktivitas tambang emas PT Masmindo Dwi Area (MDA) sebagai biang kerusakan lingkungan di Pegunungan Latimojong. Ketua KWLT, Najamudin, menegaskan bahwa narasi tersebut perlu dilihat secara lebih objektif.

Menurutnya, kehadiran MDA tidak serta-merta menjadi ancaman, melainkan bisa menjadi peluang pembangunan bagi daerah yang selama ini terpinggirkan. Ia menyebutkan, perusahaan tambang tersebut telah memberikan dampak nyata melalui program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pelatihan keterampilan, dukungan UMKM lokal, hingga melibatkan lebih dari 60 vendor asal Luwu dan Palopo.

“Fakta ini menunjukkan adanya multiplier effect yang dirasakan langsung oleh warga lingkar tambang, bukan sekadar janji kosong,” ujar Najamudin, Rabu (20/08).

KWLT menilai isu lingkungan yang dilontarkan Walhi tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi lapangan. Najamudin menyebut MDA telah menjalankan prinsip Good Mining Practice dan mengantongi kajian AMDAL yang ketat.

“Kalau bicara lingkungan, tentu ada tantangan. Tetapi perusahaan punya komitmen untuk rehabilitasi lahan, perlindungan daerah aliran sungai, dan pemantauan kualitas air secara rutin,” tegasnya.

Najamudin menilai framing “malapetaka” yang disuarakan Walhi justru menutup mata terhadap potensi sinergi antara tambang dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan tambang telah membuka akses infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan yang selama ini sulit dijangkau masyarakat pedesaan di Luwu bagian pegunungan.

“Kami yang hidup di sekitar tambang tahu apa yang terjadi. Kami melihat manfaatnya, dan kami yang berhak bersuara tentang masa depan daerah ini,” katanya.

Menyoal tudingan bahwa tanah adat hanya diperlakukan sebagai komoditas, KWLT menilai perlu ada klarifikasi. Najamudin menegaskan bahwa banyak warga justru mendapatkan pengakuan hak dan kompensasi yang adil.

“Kami tidak menutup mata ada masalah, tapi kami menyelesaikannya melalui musyawarah, bukan dengan agitasi,” jelasnya.

KWLT menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan tambang. Ia menyebut forum dialog antara MDA, pemerintah desa, dan masyarakat telah rutin dilakukan sebagai bukti adanya ruang komunikasi terbuka.

Di tengah tantangan perubahan iklim, Najamudin menegaskan bahwa solusi terbaik adalah kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Apalagi, kontrak karya MDA yang berlaku hingga 2050 bisa menjadi peluang jangka panjang untuk membangun Luwu secara berkelanjutan.

“Bagi kami, tambang bukan malapetaka, tetapi peluang yang harus dikelola dengan bijak. Kami warga lingkar tambang siap mengawal agar keberadaan MDA benar-benar memberi manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang,” tutupnya. (*)

TAGGED:luwutambangwarga lingkar tambang
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

RSUD Andi Makkasau Tertibkan Layanan Rawat Jalan Urologi
KESEHATAN 31 Januari 2026
Tinjau Pembangunan Masjid Raya, Bupati Andi Ina Optimis Digunakan Ramadan 
BERITA 31 Januari 2026
Bhabinkamtibmas Desa Nepo Bersama Aparat Desa Gelar Kerja Bakti
BERITA 30 Januari 2026
Personel Polsek Urban Wonomulyo Dampingi Petani Jagung Jual Hasil Panen ke BULOG
BERITA 30 Januari 2026

Anda mungkin menyukai

BERITA

Unit Lantas Polsek Urban Wonomulyo Datangi TKP Kecelakaan Maut di Luyo, Dua Pengendara Motor Tewas

30 Januari 2026
BERITA

Truk Bermuatan BBM Solar Diamankan, Pihak SPBU Bantah Praktik Ilegal

30 Januari 2026
BERITA

Peduli Kebersihan, Babinsa Koramil 1405-03/Bacukiki Bersihkan Sampah di Pantai Taman Mattirotasi

30 Januari 2026
BERITA

Babinsa Koramil 1405-01/Ujung Latih Siswa SMP Negeri 1 Parepare Baris Berbaris 

29 Januari 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account