PAREPARE – Perum Bulog Cabang Parepare bekerja sama dengan Pemerintah Kota Parepare melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Kelurahan Bumi Harapan, Rabu (18/3/2026), sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menjelang Ramadan.
Peluncuran bantuan pangan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, didampingi Wakapolres Parepare Saharuddin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Camat Bacukiki Barat, serta Wakil Pemimpin Cabang Bulog Parepare, Fajrin Ardinata.
Dalam sambutannya, Amarun Agung Hamka menyampaikan apresiasi kepada Bulog atas penyaluran cadangan beras bantuan pangan tersebut.
“Momentum penyaluran ini sangat tepat karena menjelang Ramadan, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
“Dengan adanya bantuan ini, belanja masyarakat di pasar bisa berkurang sehingga turut membantu menekan laju inflasi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Cabang Bulog Parepare, Fajrin Ardinata, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan tersebut mencakup 219 ton beras dan 43.800 liter minyak goreng.
Bantuan tersebut akan didistribusikan ke 22 kelurahan di Kota Parepare dengan total penerima sebanyak 10.950 orang.
“Data penerima bantuan berasal dari hasil verifikasi pemerintah pusat. Bulog menyalurkan sesuai dengan data yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya yang hanya mencapai 7.140 orang.
Setiap penerima bantuan akan mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Dengan demikian, untuk alokasi dua bulan, masyarakat menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Untuk memastikan kualitas bantuan, Bulog melakukan pengecekan ketat terhadap beras yang disalurkan, mulai dari proses di gudang hingga sampai ke tangan masyarakat.
“Kami melakukan pengawasan sejak sebelum beras keluar dari gudang, saat tiba di kelurahan, hingga proses distribusi ke masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, mekanisme penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kelurahan agar bantuan dapat diterima secara tertib dan tepat sasaran.
Bulog juga terus berupaya menyerap gabah petani sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas pangan nasional.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.


