BI Sulsel Apresiasi Bupati Enrekang dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

ENREKANG, koridor.id — Bupati Enrekang Muslimin Bando mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulsel. Menurut Bupati, Sulsel sangat potensial dalam pengembangan rantai nilai halal (halal value chain).

Hal ini disampaikan MB, disela Pekan Ekonomi Syariah (Pesyar) 2023 yang dilaksanakan Bank Indonesia, di kawasan CPI Makassar. Pesyar 2023 telah dimulai sejak 20 Maret dan berlangsung hingga 15 April 2023.

“Potensi ekonomi dan keuangan syariah di Sulsel sangat besar. Termasuk di Enrekang. Kita mendukung langkah Bank Indonesia mendorong pengembangannya di daerah,” kata MB.

Kepala Perwakilan BI Sulsel Causa Iman Karana mengapresiasi dukungan Bupati dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulsel.

Hal ini, kata Causa, memang membutuhkan dukungan, sinergi, dan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, pemuka agama, akademisi, media massa, dan seluruh elemen masyarakat.

Pesyar 2023 ini, adalah wujud nyata kolaborasi tersebut. Ada 3 kegiatan utama dalam Pesyar, yaitu peluncuran Zona Kawasan Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) Lego-Lego, showcasing produk modest fashion pada kegiatan Trend Hijab x IN2MOTIONFEST, dan pelatihan pelaku usaha halal.

“Zona KHAS Lego-lego diharapkan bisa menjadi kawasan percontohan ekonomi syariah terpadu, yang meliputi pengembangan rantai nilai halal dan kawasan wisata syariah, pada lingkup wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) maupun nasional,” kata Causa.

Rangkaian kegiatan Pesyar 2023 juga menghadirkan showcasing produk modest fashion melalui event Trend Hijab x IN2MOTIONFEST pada 7-16 April 2023 di Hotel Claro, Makassar.

Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi stimulus utama dalam pengembangan modest fashion muslim di Sulawesi Selatan sekaligus mendorong peningkatan kualitas dari fashion daerah agar dapat diterima dan bersaing di pasar internasional.

Selain itu dilakukan pelepasan ekspor produk halal, dan Penyerahan Sertifikat Halal kepada 36 gerai di Lego-lego. Serta penyerahan Sertifikat Karantina Ekspor ke Perwakilan Eksportir, pelatihan bagi pendamping dan penyelia halal, pelatihan juru sembelih halal.

Juga ada pendampingan sertifikasi Rumah Potong Ayam (RPA) dalam rangka menjamin kehalalan produk sekaligus mendorong pengembangan rantai nilai halal yang berkelanjutan.

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mencatat bahwa Provinsi Sulawesi Selatan menjadi daerah yang pertama kali mencanangkan zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di Indonesia.

“Selamat kepada Sulsel, hal ini patut kita syukuri, dan menjadi contoh daerah lain,” ungkap Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidhiyasa.

Dirinya pun berharap melalui zona KHAS ini dapat menjadi penyemangat, untuk terus bersinergi, bahu membahu, mewujudkan Indonesia sebagai produsen produk halal terkemuka di dunia.

Pesyar ini dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan para kepala daerah. Ini merupakan rangkaian acara menuju Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) yang akan dilaksanakan pada 26 Mei 2023 di Provinsi Kalimantan Timur. (*)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *