Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Miris! Persipare U-15 di Soeratin Cup: KONI Merasa Tertampar, Janji Evaluasi Askot Secepatnya
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Miris! Persipare U-15 di Soeratin Cup: KONI Merasa Tertampar, Janji Evaluasi Askot Secepatnya

Diterbitkan 15 November 2024
Bagikan

PAREPARE, KORIDOR.ID – Perjuangan keras tim Persipare U-15 di ajang Soeratin Cup berakhir di babak delapan besar setelah kalah melalui adu penalti melawan QDR FC Makassar. Kekalahan ini terasa pahit bagi tim yang dikenal dengan julukan Laskar Habibie, terutama karena perjuangan mereka dilakukan dengan persiapan terbatas, terutama dari segi anggaran.

Hamdani, pelatih Persipare U-15, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat tiba di Parepare dan bertemu dengan Ketua KONI Parepare, Fadly Agus Mante. Menurut Hamdani, motivasinya mengikuti Soeratin Cup berawal dari melihat bakat dan potensi pemain-pemain muda dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Habibie Soccer Junior Parepare (HSJP).

Namun, tingginya biaya pendaftaran menjadi kendala utama. Menggunakan nama SSB-nya membutuhkan biaya Rp 15 juta, sehingga Hamdani memutuskan mendaftarkan tim sebagai Persipare U-15 dengan biaya Rp 3 juta.

“Saya ada ambisi untuk tim ini. Ketika bertemu dengan pihak Askot, katanya tidak ada anggaran, jadi kami terpaksa berjalan sendiri. Anak-anak naik DAMRI ke Makassar, bermodal nekat, dan berhasil lolos hingga putaran kedua,” ungkap Hamdani.

Selama di Makassar, Hamdani harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan pemainnya. Anak-anak hanya diberi makan sekali sehari dengan nasi kuning seharga Rp 5 ribu, sementara makan malam mereka harus dibiayai sendiri.

Meski begitu, semangat anak-anak tetap membara hingga akhirnya tersingkir dalam adu penalti. “Saya salut dengan motivasi mereka yang mau mati-matian di lapangan demi mengharumkan nama Parepare,” tambahnya.

Ketua KONI Parepare, Fadly Agus Mante, yang akrab disapa Awink, merasa terkejut dengan kisah perjuangan tim Persipare U-15. Dia mengakui bahwa kejadian ini menjadi tamparan bagi KONI dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap Askot PSSI Parepare.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulsel Ingin Kembalikan Kejayaan Kota Parepare Sebagai Pusat Niaga dan Jasa

“Anggaran PSSI sebenarnya masih ada Rp 300 juta. Namun, dana tersebut tidak bisa dikeluarkan karena ada aturan penyaluran dana hibah yang memerlukan beberapa persyaratan, termasuk SK Cabor Definitif,” jelas Awink.

Ia juga menyinggung tentang posisi Plt. di Askot PSSI yang menurutnya kurang efektif dalam mengurus kebutuhan tim, sehingga tanggungan biaya seringkali jatuh pada orang tua atlet.

Awink menyatakan bahwa terlantarnya tim Persipare U-15 akan menjadi catatan penting bagi KONI untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap Askot PSSI Parepare. “Kami akan mengevaluasi secara besar-besaran. Kami berharap reformasi di persepakbolaan Parepare dapat segera terjadi,” katanya.

Awink berharap kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa urusan seperti Soeratin Cup tetap menjadi tanggung jawab KONI melalui Askot PSSI, bukan hanya melalui instrumen Plt.

Awink juga mendorong para atlet untuk tetap semangat dan meningkatkan prestasi mereka. Ia menyebutkan bahwa Stadion Gelora BJ Habibie yang berstandar internasional dapat menjadi motivasi bagi para atlet muda untuk terus berlatih dan meraih prestasi lebih tinggi.

“Kami akan meminta kembali format pembinaan sepak bola Parepare seperti apa. Sepak bola itu harus berkelanjutan, dan sarana sepak bola kita sudah memadai,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Awink mengumumkan bahwa KONI Parepare akan segera bertemu Asprov PSSI Sulsel untuk menyampaikan aspirasi berupa petisi percepatan kongres PSSI di Parepare. Petisi ini telah didukung oleh 18 tim sepak bola dan 3 SSB.

“Kami akan membawa aspirasi ini langsung ke Asprov Sulsel. Semoga langkah ini membawa perubahan positif bagi persepakbolaan Parepare,” tutup Awink. (*)

Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Pertandingan Bali United vs PSM Makassar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Taktik PSM Runtuh Usai Kartu Merah, Bali United Menang 2-0
OLAHRAGA
27 April 2026
Caretaker PORDI Parepare Segera Gelar Pemilihan Ketua pada Mei
Parepare
27 April 2026
Selamat dan Sukses HUT Gardu Hulk 57 Domino, Dimeriahkan 240 Pasang Peserta
Parepare
27 April 2026
Drainase Tersumbat Sampah Plastik, Pemkot Parepare Ajak Warga Lebih Peduli Lingkungan
Parepare
27 April 2026

Anda mungkin menyukai

BERITA

Satlantas Polres Polman Laksanakan Pengamanan dan Patroli Dialogis di Gereja

19 April 2026
BERITA

Patroli Perintis Presisi Polres Polewali Mandar Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

19 April 2026
BERITA

Bhabinkamtibmas Batupanga Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Pembagian Rumah di Kalimbua Timur

19 April 2026
BERITA

Bupati Barru Andi Ina Hadiri Halal Bihalal KEMAWA, Memperkuat Harmoni di Tengah Keberagaman

20 April 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account