PAREPARE – Suasana Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Kota Parepare terasa semakin hidup menjelang waktu berbuka puasa. Sejumlah kawasan publik dan destinasi wisata dipadati warga yang memanfaatkan waktu sore untuk ngabuburit, sekaligus berburu aneka kue dan minuman takjil yang dijajakan pedagang musiman maupun pelaku UMKM lokal.
Aktivitas ini terlihat jelas di beberapa titik favorit masyarakat, seperti Pantai Mattirotasi, Pantai Senggol, Anjungan Cempae, hingga Pelataran UMKM Masjid Terapung BJ Habibie. Di lokasi tersebut, pedagang takjil berjejer menawarkan beragam menu berbuka puasa, mulai dari es buah, pisang ijo, jalangkote, hingga aneka kue tradisional khas Sulawesi Selatan.
Ramainya aktivitas jual beli takjil menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Selain meningkatkan pendapatan, momentum Ramadan juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.
Pantai Mattirotasi Jadi Magnet Ngabuburit
Pantai Mattirotasi menjadi salah satu lokasi ngabuburit paling ramai di Parepare. Pantai yang membentang sekitar 4 kilometer di Jalan Bau Massepe ini menawarkan panorama laut lepas dan pemandangan matahari terbenam yang memukau.
Menjelang Maghrib, kawasan ini dipenuhi warga yang berjalan santai di tepi pantai, duduk bersama keluarga, atau membeli takjil dari pedagang yang berjejer di sepanjang area tersebut. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan aktivitas kapal penumpang dan perahu nelayan yang melintas di kejauhan.
Keindahan senja di Pantai Mattirotasi menjadikannya lokasi favorit masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa sambil menikmati suasana santai.
Anjungan Cempae dan Pantai Senggol Dipadati Pemburu Takjil
Selain Pantai Mattirotasi, kawasan Anjungan Cempae juga menjadi pusat keramaian ngabuburit. Destinasi wisata yang terletak di pesisir Cempae ini menawarkan fasilitas modern, area foodcourt, serta spot foto menarik yang banyak diminati pengunjung.
Pedagang takjil memanfaatkan area ini untuk berjualan aneka menu berbuka puasa. Kehadiran mereka menambah semarak suasana Ramadan di kawasan tersebut.
Sementara itu, Pantai Senggol yang berada di kawasan Ujung Sabbang juga tidak kalah ramai. Lokasinya yang berdekatan dengan pelabuhan memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan kapal bersandar sambil menunggu waktu berbuka.
Monumen Habibie-Ainun dan Taman Kota Jadi Alternatif Favorit
Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun di Lapangan Andi Makkasau turut menjadi pilihan masyarakat untuk ngabuburit. Banyak pengunjung memanfaatkan lokasi ini untuk bersantai, berfoto, dan membeli takjil dari pedagang di sekitar kawasan tersebut.
Selain itu, Taman Mattirotasi dan Taman La Mario juga dipadati warga. Area terbuka hijau dengan fasilitas gazebo dan ruang santai membuat lokasi ini nyaman untuk menikmati suasana sore Ramadan bersama keluarga.
Pelataran UMKM Masjid Terapung BJ Habibie Dorong Ekonomi Lokal
Pelataran UMKM di kawasan Masjid Terapung BJ Habibie menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi selama Ramadan. Lokasi ini tidak hanya menawarkan tempat ngabuburit, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Pedagang menjajakan berbagai menu takjil dan makanan berbuka puasa yang diminati pengunjung. Selain itu, keberadaan masjid di dekat lokasi memudahkan warga untuk melaksanakan salat Maghrib setelah berbuka puasa.
Tonrangeng River Side dan Monumen 40.000 Jiwa Ikut Ramai
Tonrangeng River Side juga menjadi pilihan warga untuk menikmati suasana sore Ramadan. Kawasan ini menawarkan pemandangan sungai yang tenang serta ruang terbuka yang nyaman.
Sementara itu, kawasan Monumen Korban 40.000 Jiwa turut dipadati pedagang kuliner dan pengunjung yang berburu takjil.
Ramadan Bawa Berkah bagi Pedagang Takjil
Ramainya aktivitas ngabuburit memberikan dampak positif bagi pedagang takjil di Parepare. Banyak pedagang mengaku penjualan meningkat signifikan dibanding hari biasa.
Momentum Ramadan tidak hanya memperkuat tradisi kebersamaan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui aktivitas UMKM dan pedagang kuliner musiman.
Ngabuburit kini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Ramadan di Parepare, menghadirkan suasana hangat, kebersamaan, dan peluang ekonomi bagi masyarakat.

