PAREPARE – Arus balik Idulfitri 1447 Hijriah melalui Pelabuhan Nusantara Parepare mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
Pada Rabu (26/3/2026), tercatat lebih dari 5.000 penumpang diberangkatkan menuju sejumlah wilayah di Kalimantan. Lonjakan ini menjadi indikasi awal memasuki periode puncak arus balik Lebaran tahun ini.
Para penumpang diberangkatkan ke berbagai tujuan, seperti Balikpapan, Samarinda, Nunukan, hingga Bontang. Untuk melayani tingginya mobilitas tersebut, empat kapal laut dioperasikan, masing-masing KM Swarna Bahtera, KM Prince Soya, KM Pantokrator, dan KM Cattelya.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, Syaiful Horry, menyebut jumlah penumpang pada hari tersebut tergolong tinggi dan diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Puncak arus balik diprediksi terjadi pada Sabtu, 28 Maret, dengan jumlah penumpang mencapai 6.000 hingga 7.000 orang,” ujarnya usai melakukan pemantauan bersama unsur pemerintah daerah dan Forkopimda.
Penambahan Kapal Saat Puncak Arus Balik
Syaiful menjelaskan, pada puncak arus balik nanti jumlah kapal yang beroperasi akan ditambah menjadi lima unit. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang terus meningkat.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran proses embarkasi serta menghindari penumpukan penumpang di area pelabuhan.
Terkait kondisi penumpang yang terlihat beristirahat di lorong kapal, Syaiful menjelaskan hal tersebut merupakan kondisi yang lazim terjadi menjelang keberangkatan.
Meski demikian, pihak KSOP menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Setiap kapal wajib mematuhi kapasitas maksimal sesuai standar keselamatan pelayaran.
“Kami tidak akan memberangkatkan kapal jika jumlah penumpang melebihi kapasitas. Semua sudah dihitung berdasarkan standar luas area per orang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syaiful menyampaikan bahwa penerapan sistem pembelian tiket secara daring sangat membantu dalam pengendalian jumlah penumpang.
Dengan sistem tersebut, penjualan tiket akan otomatis ditutup apabila kapasitas kapal telah terpenuhi, sehingga potensi kelebihan muatan dapat dihindari.
“Melalui sistem ticketing online, jumlah penumpang dapat dikontrol dengan baik sehingga keselamatan tetap terjamin,” jelasnya.
Pemerintah juga mengapresiasi para operator kapal yang terus meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang selama masa arus balik Lebaran.


