PAREPARE – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan langsung arus balik Idulfitri di Pelabuhan Nusantara Parepare, Rabu (25/3/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan penumpang yang kembali ke daerah tujuan masing-masing pasca Lebaran.
Pemantauan dipimpin oleh Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, mewakili Wali Kota Tasming Hamid.
Ia didampingi sejumlah unsur Forkopimda Plus, antara lain Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin, Ketua DPRD Kaharuddin Kadir, Kajari Darfiah, serta Danyon Brimob Kompol Ramli.
Turut hadir Kepala KSOP Parepare, Syaiful Horry, pihak Pelindo, aparat kepolisian, serta sejumlah kepala SKPD dan stakeholder kepelabuhanan.
Cek Armada dan Fasilitas Penumpang
Dalam peninjauan tersebut, rombongan memeriksa salah satu kapal yang akan berangkat, yakni KM Swarna Bahtera dengan tujuan Pelabuhan Semayan, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kapal yang dioperasikan oleh PT Jembatan Nusantara itu mengangkut sekitar 312 hingga 315 penumpang arus balik dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Sebelum naik ke kapal, rombongan juga mengikuti pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh Jasa Raharja di Posko Angkutan Lebaran 2026 yang diinisiasi KSOP Parepare.
Kondisi Arus Balik Masih Terkendali
Usai pemantauan, Hermanto menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bersama Forkopimda bertujuan memastikan kondisi di lapangan tetap kondusif.
“Kami hadir langsung untuk memastikan arus balik berjalan aman dan lancar. Kami juga sempat berkoordinasi dengan kapten kapal,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi cuaca dilaporkan aman dan jumlah penumpang masih dalam batas normal. Tidak ditemukan lonjakan signifikan pada arus balik di pelabuhan tersebut.
Hermanto juga menyempatkan berdialog dengan salah satu penumpang asal Makassar. Penumpang tersebut mengaku memilih berangkat dari Parepare karena merasa lebih aman dan nyaman.
“Kami menerima masukan langsung dari penumpang. Mereka menilai fasilitas dan keamanan di pelabuhan ini cukup baik,” tambahnya.
Edukasi Keselamatan Terus Ditingkatkan
Hermanto mengimbau pihak KSOP untuk terus meningkatkan edukasi kepada penumpang terkait keselamatan pelayaran.
Menurutnya, kesadaran penumpang menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan selama perjalanan laut.
“Kami harap edukasi keselamatan terus ditingkatkan agar seluruh penumpang dapat melakukan perjalanan dengan aman,” pungkasnya.
Secara perdana pasca Lebaran 2026, KSOP mencatat terdapat empat kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Nusantara Parepare, yakni KM Swarna Bahtera tujuan Balikpapan, KM Prince Soya tujuan Samarinda, KM Pantokrator tujuan Nunukan, dan KM Cattelya tujuan Bontang.
Total penumpang yang diberangkatkan dengan empat armada tersebut mencapai sekitar 5.000 orang.
Kondisi ini menunjukkan aktivitas arus balik di Parepare mulai meningkat, meski masih dalam kategori terkendali.


