GOWA – Wali Kota Parepare menghadiri pembukaan pelatihan dasar kemiliteran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa se-Sulawesi Selatan di Markas Komando Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Senin (30/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) Tahun Anggaran 2026, hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Partisipasi Pemerintah Kota Parepare dalam program ini ditunjukkan dengan keikutsertaan sembilan ASN dari berbagai perangkat daerah.
9 ASN Parepare Ikut Latsarmil Komcad
Adapun peserta asal Parepare yang mengikuti pelatihan dasar kemiliteran tersebut antara lain:
- Baharuddin (Dinas Kesehatan – Call Center 112/PSC 119)
- Ristiana (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)
- Kiki Yulianti, SE (Badan Kesbangpol)
- Firman (Dinas Ketahanan Pangan)
- Ibrahim (Dinas Ketahanan Pangan)
- Dewi Kartika (Dinas Sosial)
- Aditya Dwi Prasetya (Dinas Kesehatan/PSC 119)
- Irham M. Tahir (Damkar)
- Syafaldhy Hasan (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan)
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam meningkatkan kapasitas, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan ASN sebagai bagian dari komponen cadangan nasional.
Gubernur Sulsel Buka Pelatihan
Pelatihan dasar kemiliteran ini secara resmi dibuka oleh Andi Sudirman Sulaiman yang memimpin langsung upacara pembukaan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua bulan sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan ASN dan kepala desa sebagai komponen cadangan pertahanan negara,” ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, program ini menyasar ASN berusia di bawah 35 tahun yang memiliki potensi dan semangat tinggi untuk dilatih menjadi bagian dari kekuatan pertahanan nasional.
Libatkan Ribuan ASN dan Kepala Desa
Dalam pelaksanaannya, program Komcad ini melibatkan sekitar 500 ASN dan lebih dari 2.000 kepala desa di Sulawesi Selatan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat rasa patriotisme dan kesadaran bela negara di tengah masyarakat.
“Ini mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem pertahanan nasional berbasis kemasyarakatan,” jelasnya.
Sulsel Jadi Pelopor Program Komcad
Sementara itu, Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Gabriel Lema, menegaskan bahwa Sulawesi Selatan menjadi daerah pionir dalam pelaksanaan program Komcad secara nasional.
Ia menyebut program ini memiliki nilai strategis dan historis bagi bangsa Indonesia.
“Sulawesi Selatan menjadi ujung tombak sekaligus pembuka pelaksanaan Komcad. Ini bagian dari sejarah nasional,” ungkapnya.
Gabriel menambahkan, program bela negara berbasis komponen cadangan kini mulai diwujudkan secara nyata setelah puluhan tahun kemerdekaan Indonesia.
Komitmen Perkuat Bela Negara
Melalui program ini, pemerintah berharap terbentuk sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dalam tugasnya sebagai ASN, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
Keterlibatan ASN dari Parepare menjadi salah satu bentuk nyata dukungan daerah dalam memperkuat sistem pertahanan negara berbasis masyarakat.


