Koridor.id, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare bersama DPRD resmi menyepakati dua Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) strategis yang diyakini menjadi fondasi pembangunan jangka panjang. Persetujuan itu berlangsung dalam rapat paripurna DPRD, Senin, 4 Mei 2026.
Dua regulasi yang disahkan mencakup Rencana Pembangunan Industri Kota Parepare 2026–2046 dan Ranperda Penyelenggaraan Keolahragaan. Keduanya tidak sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen arah kebijakan ekonomi dan sosial daerah.
Industri Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa ranperda industri merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan ekonomi sekaligus membuka peluang baru.
“Dokumen ini penting agar pembangunan industri Kota Parepare lebih terarah, terukur, memiliki payung hukum, serta menjadi instrumen pengelolaan ekonomi daerah di masa depan,” ujar Tasming.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa regulasi ini akan memperkuat posisi Parepare sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya fokus pada pengembangan sektor industri, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung secara terintegrasi.
Dengan pendekatan tersebut, Parepare diarahkan untuk keluar dari ketergantungan ekonomi tradisional menuju struktur ekonomi yang lebih produktif dan kompetitif.
Iklim Investasi Jadi Kunci
Selain itu, ranperda ini secara eksplisit menargetkan terciptanya iklim investasi yang kondusif. Pemerintah menjanjikan kepastian hukum, kemudahan berusaha, serta peningkatan daya tarik daerah bagi investor.
Langkah ini dinilai krusial di tengah persaingan antar daerah dalam menarik investasi. Tanpa regulasi yang jelas, potensi ekonomi kerap sulit berkembang optimal.
Ranperda Keolahragaan: Dari Pembinaan Hingga Prestasi
Tidak hanya sektor ekonomi, Pemkot Parepare juga memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia melalui sektor olahraga.
Tasming menjelaskan, ranperda keolahragaan disusun agar selaras dengan regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022.
“Melalui regulasi ini, kita ingin mewujudkan tata kelola olahraga yang tertib, aman, profesional, dan akuntabel di Kota Parepare,” jelasnya.
Ranperda tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pembinaan atlet, pengembangan cabang olahraga, hingga penyediaan sarana dan prasarana.
Dengan pendekatan ini, olahraga tidak lagi dipandang sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah yang berorientasi prestasi.
Arah Pembangunan Jangka Panjang
Kedua ranperda ini pada dasarnya menegaskan satu hal: Parepare sedang membangun fondasi jangka panjang yang terukur dan berkelanjutan.
Industri menjadi tulang punggung ekonomi, sementara olahraga menjadi investasi sosial yang memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Menurut Tasming, keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada konsistensi dan kolaborasi semua pihak.
“Dengan adanya ranperda ini, kita berharap memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Kota Parepare,” tutupnya.
Tantangan Implementasi
Meski demikian, tantangan tidak kecil. Pengesahan regulasi hanyalah langkah awal. Implementasi di lapangan akan menjadi penentu utama keberhasilan.
Tanpa pengawasan, transparansi, dan komitmen anggaran, regulasi berisiko berhenti sebagai dokumen formal.
Persetujuan dua ranperda ini menjadi sinyal kuat bahwa Parepare sedang bergerak menuju transformasi. Jika dijalankan secara konsisten, kebijakan ini berpotensi membuka lapangan kerja, menarik investasi, sekaligus melahirkan prestasi olahraga yang membanggakan.
Namun, publik tentu menunggu bukan hanya janji regulasi, melainkan hasil nyata di lapangan.




