Koridor.id, PAREPARE – PSM Makassar menunjukkan ketangguhan mental saat menundukkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 dalam lanjutan Super League 2025-2026. Laga yang berlangsung di Stadion BJ Habibie, Senin (4/5/2026) sore WITA, menyajikan duel taktis yang ketat sejak menit awal.
Sejak peluit pertama, kedua tim memilih bermain hati-hati. Tempo pertandingan cenderung sedang, dengan fokus utama pada penguasaan bola dan pembacaan pola permainan lawan.
Babak Pertama: Adu Taktik dan Momentum Krusial
Memasuki pertengahan babak pertama, intensitas meningkat. PSM dan Bhayangkara mulai menciptakan peluang, namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama.
Momentum akhirnya berpihak kepada tuan rumah di masa injury time. Dusan Stevanovic membuka keunggulan pada menit 45+2, memanfaatkan skema serangan terorganisir yang gagal diantisipasi lini belakang Bhayangkara.
Namun keunggulan itu hanya bertahan seumur jagung.
“Kami langsung merespons cepat setelah tertinggal. Fokus tetap terjaga,”
Bhayangkara FC menyamakan skor lewat Bernard Henry di menit 45+4, menutup babak pertama dengan skor imbang 1-1.
Babak Kedua: Agresivitas Jadi Pembeda
Memasuki paruh kedua, kedua tim tampil lebih terbuka. PSM meningkatkan tekanan, sementara Bhayangkara mencoba mengimbangi melalui serangan balik cepat.
Perubahan strategi PSM akhirnya membuahkan hasil.
Pada menit ke-72, Lucas Cumic mencetak gol penentu kemenangan, memanfaatkan celah di pertahanan Bhayangkara yang mulai kehilangan konsentrasi.
Gol tersebut menjadi titik balik sekaligus penegas dominasi PSM di fase krusial pertandingan.
Efektivitas dan Konsistensi Jadi Kunci
Kemenangan ini tidak sekadar soal skor. PSM Makassar tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, terutama di momen-momen penting.
Sebaliknya, Bhayangkara FC menunjukkan performa kompetitif, tetapi kurang konsisten dalam menjaga fokus, terutama di lini belakang.
Beberapa faktor kunci kemenangan PSM:
- Disiplin organisasi permainan
- Ketajaman di momen krusial
- Kontrol tempo di babak kedua
Susunan Pemain PSM vs Bhayangkara FC
PSM Makassar:
Hilmansyah; Aloisio Soares Neto, Dusan Stevanovic, Victor Luiz, Mufli Hidayat; Ananda Raehan, Resky Fandi, Savio Roberto; Sheriddin Boboev, Rizky Eka, Alex Tanque.
Pelatih: Ahmad Amiruddin.
Bhayangkara FC:
Aqil Savik; Moises Gaucho, Slavko Damjanovic, Nehar Sadiki; Firza Andika, Sani Rizki Fauzi, Sho Yamamoto, T.M. Ichsan; Ginanjar Wahyu, Hendri Doumbia, Privat Mbarga.
Pelatih: Paul Munster.
Dampak Kemenangan bagi PSM Makassar
Hasil ini memperkuat posisi PSM dalam persaingan papan atas Super League musim 2025-2026. Tambahan tiga poin menjadi krusial, terutama dalam menjaga konsistensi performa di tengah ketatnya kompetisi.
Sebaliknya, Bhayangkara FC perlu segera melakukan evaluasi, khususnya dalam menjaga konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan.




