Koridor.idKoridor.idKoridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Parepare Tuan Rumah Penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pertumbuhan Ekonomi Hijau
Font ResizerAa
Koridor.idKoridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Parepare Tuan Rumah Penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Diterbitkan 30 November 2023
Bagikan

Koridor.id, PAREPARE — Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan bersama World Agroforestry (ICRAF) Indonesia memilih Kota Parepare sebagai tuan rumah pelaksanaan focus group discussion (FGD) atau diskusi terpumpun Penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pertumbuhan Ekonomi Hijau.

Diskusi berlangsung di ruang rapat Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Parepare, Kamis (30/11/2023), dibuka resmi Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun, yang dihadiri perwakilan Bappelitbangda Sulsel, Suciati Sapta Margani sekaligus menjadi narasumber, Direktur ICRAF Indonesia, Dr Sonya Dewi, serta utusan dari Kabupaten Barru, Sidrap, dan Pinrang.

Sementara dari Parepare, selain Bappeda, turut hadir SKPD terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP), Dinas Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun mengapresiasi Bappelitbangda Sulsel bekerjasama dengan ICRAFT Indonesia menginisiasi menyusun Rencana Induk dan Peta Jalan Pertumbuhan Ekonomi Hijau yang akan menjadi framework bagi Pemerintah Daerah di Sulsel dalam penerapan dan pengembangan ekonomi hijau.

“Mengutip arahan Presiden Joko Widodo, bahwa saat ini ekonomi dunia mengarah ke green ekonomi dan Indonesia memiliki potensi besar untuk melakukan juga transformasi menuju ekonomi hijau untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim. Dan tantangan ekonomi masa depan adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang cepat, namun inklusif dan berbasis masyarakat demi mencapai tujuan pembangunan,” kata Zulkarnaen.

Namun diakuinya, tekanan terhadap lingkungan yang terus meningkat mengancam pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Karena itu, kata Zulkarnaen, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan sistematis untuk pertumbuhan ekonomi hijau.

Zulkarnaen mengemukakan, ekonomi hijau focus pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan melibatkan penggunaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, pengurangan polusi dan pemanfaatan energy terbarukan.

“Modal alam yang kita miliki dimanfaatkan secara bertanggung jawab, mencegah dan mengurangi polusi dan menciptakan peluang kesejahteraan social secara menyeluruh. Karena itu, perlu komitmen yang kuat dari pemerintah dibarengi dengan kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku dan pengampu kepentingan,” tegas Zulkarnaen.

Direktur ICRAF Indonesia, Sonya Dewi dalam kesempatan itu menjelaskan, ICRAF adalah sebuah lembaga penelitian internasional yang sudah 30 tahun bekerja di Indonesia.

Sonya mengungkapkan, ICRAF Indonesia saat ini menjalankan Proyek Sustainable Landscapes for Climate Resilient Livelihoods (Land4Lives) yang didanai oleh Pemerintah Kanada selama lima tahun.

Proyek ini menyasar tiga Provinsi yakni Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Proyek ini hadir sebagai dukungan terhadap penghidupan berketahanan iklim dan ketahanan pangan untuk masyarakat rentan, terutama perempuan dan anak perempuan.

“Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga tingkat desa, Proyek Land4Lives akan membantu memperbaiki tata kelola dan pengelolaan bentang lahan melalui kebijakan pembangunan hijau dan memperkuat ketahanan pangan. Selain itu juga meningkatkan penghidupan petani kecil, masyarakat miskin dan kelompok perempuan kepala rumah tangga,” papar Sonya.

Sonya menekankan, Land4Lives sejalan dengan visi dan misi World Agroforestry (ICRAF) Indonesia. Akses yang setara untuk semua orang dalam memperoleh penghidupan yang layak melalui lanskap yang sehat, produktif, dan lestari.

“Kami merasa terhormat mendapat kepercayaan untuk melaksanakan proyek ini, karena ini menunjukkan dukungan penuh kami untuk upaya pemerintah dalam memperkuat penghidupan masyarakat dan menjaga lingkungan hidup. Lahan untuk kehidupan kita sekarang dan akan datang,” tandas Sonya. (*)

 

TAGGED:pareparepenyusunan rencanapertumbuhan ekonomi hijau
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Angin Kencang Rusak 34 Rumah, Pemkab Barru Bergerak Cepat Warga Terdampak
BERITA 2 Februari 2026
Bhabinkamtibmas Polsubsektor Mapilli Monitoring Posyandu Mujur, Ajak Warga Cegah Stunting
BERITA 2 Februari 2026
RSUD Andi Makkasau Tertibkan Layanan Rawat Jalan Urologi
KESEHATAN 31 Januari 2026
Tinjau Pembangunan Masjid Raya, Bupati Andi Ina Optimis Digunakan RamadanĀ 
BERITA 31 Januari 2026

Anda mungkin menyukai

BERITA

Bhabinkamtibmas Desa Nepo Bersama Aparat Desa Gelar Kerja Bakti

30 Januari 2026
BERITA

Personel Polsek Urban Wonomulyo Dampingi Petani Jagung Jual Hasil Panen ke BULOG

30 Januari 2026
BERITA

Unit Lantas Polsek Urban Wonomulyo Datangi TKP Kecelakaan Maut di Luyo, Dua Pengendara Motor Tewas

30 Januari 2026
BERITA

Truk Bermuatan BBM Solar Diamankan, Pihak SPBU Bantah Praktik Ilegal

30 Januari 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account