Koridor.idKoridor.idKoridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Amran Sulaiman Ungkap Potensi Hilirisasi Pertanian Setara Tujuh Tahun APBN
Font ResizerAa
Koridor.idKoridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Amran Sulaiman Ungkap Potensi Hilirisasi Pertanian Setara Tujuh Tahun APBN

Diterbitkan 16 Februari 2026
Bagikan

JAKARTA – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa, gambir, dan minyak sawit mentah (CPO) menjadi kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Ia menyebut, potensi hilirisasi tiga komoditas tersebut bahkan dapat mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 triliun, setara tujuh tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Amran, Indonesia memiliki kekuatan besar sebagai produsen bahan baku utama dunia, namun nilai tambahnya masih banyak dinikmati negara lain karena minimnya pengolahan di dalam negeri.

Berita Terkait
Indonesia Produsen Kelapa Terbesar DuniaPotensi Besar Gambir Masih Belum MaksimalCPO Jadi Kunci Strategis Lewat BiofuelPemerintah Siapkan Anggaran Rp371 TriliunProduksi Beras dan Pertanian Nasional Meningkat

“Kalau tiga komoditas saja kita hilirisasi serius, kelapa, gambir, dan CPO, itu bisa Rp15.000 sampai Rp20.000 triliun. Ini setara tujuh tahun APBN. Ini bukan mimpi, tapi soal keberanian kita melakukan perubahan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).


Indonesia Produsen Kelapa Terbesar Dunia

Amran mengungkapkan, Indonesia saat ini menjadi produsen kelapa terbesar di dunia. Namun, harga kelapa di tingkat petani masih tergolong rendah, sekitar Rp1.350 per butir. Padahal, potensi nilai tambah dari hilirisasi produk turunan kelapa sangat besar.

Jika kelapa diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti santan kemasan (coconut milk), air kelapa kemasan (coconut water), hingga produk turunan lainnya, nilai ekonominya dapat meningkat hingga 100 kali lipat.

Ia menyebut, nilai ekspor kelapa saat ini sekitar Rp24 triliun. Namun dengan hilirisasi, nilainya berpotensi meningkat hingga Rp2.400 triliun bahkan mencapai Rp5.000 triliun.


Potensi Besar Gambir Masih Belum Maksimal

Selain kelapa, Amran juga menyoroti komoditas gambir. Sekitar 80 persen bahan baku gambir dunia berasal dari Indonesia. Namun ironisnya, sebagian besar pengolahan masih dilakukan di luar negeri.

Akibatnya, nilai tambah produk tersebut justru dinikmati negara lain, padahal potensi ekonominya diperkirakan mencapai Rp5.000 triliun jika diolah secara optimal di dalam negeri.


CPO Jadi Kunci Strategis Lewat Biofuel

Komoditas strategis lainnya adalah minyak sawit mentah atau CPO. Indonesia menguasai sekitar 60–70 persen pasar global untuk komoditas ini.

Amran menjelaskan, strategi hilirisasi melalui penguatan biofuel dan optimalisasi pemanfaatan dalam negeri dapat meningkatkan nilai tambah secara signifikan.

Saat ini, nilai ekonomi CPO mencapai Rp549 triliun. Namun dengan hilirisasi penuh, nilainya berpotensi meningkat hingga Rp1.500 triliun bahkan mencapai Rp5.000 triliun.


Pemerintah Siapkan Anggaran Rp371 Triliun

Amran menegaskan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp371 triliun untuk mendukung program hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan dalam tiga tahun ke depan.

Menurutnya, hilirisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi nasional.

“Kita punya bahan baku terbesar dunia, tapi nilai tambahnya dinikmati negara lain. Ini yang harus kita ubah melalui hilirisasi,” tegasnya.


Produksi Beras dan Pertanian Nasional Meningkat

Di sisi lain, Amran menyebut sektor pertanian nasional menunjukkan kinerja positif. Produksi dan stok beras nasional saat ini berada pada posisi tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Selain itu, sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan sebesar 10,52 persen dan menjadi salah satu kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Indonesia juga menerima dua penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atas kontribusinya dalam memperkuat sistem pangan global dalam setahun terakhir.

Amran optimistis, melalui hilirisasi yang terstruktur dan berkelanjutan, sektor pertanian akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan sekaligus membantu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

TAGGED:berita ekonomibiofuel Indonesiaekonomi Indonesiaekspor kelapahilirisasi CPOhilirisasi gambirhilirisasi kelapahilirisasi pertanianindustri sawitkomoditas pertanianMentan Amran Sulaimanperkebunan IndonesiaPertanian Nasional
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Mentan Amran Dorong Hilirisasi Kopi, Nilai Ekspor Indonesia Tembus Rp27,4 Triliun
EKONOMI 16 Februari 2026
Kapal dari Nunukan ke Barru Tenggelam, Dua Korban Masih Dalam Pencarian
Peristiwa 16 Februari 2026
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Kemenag Tentukan Awal Puasa 1447 H
NASIONAL 16 Februari 2026
Bhabinkamtibmas Polsubsektor Luyo Polsek Campalagian Kawal Penjualan Jagung Petani ke Bulog
BERITA 16 Februari 2026

Anda mungkin menyukai

EKONOMINASIONAL

Waspada! OJK dan DJP Ungkap Modus Penipuan Rekening dan Pajak

15 Februari 2026
NASIONAL

MBG Ramadan 2026: Siswa Muslim Terima Makanan Kering, Nonmuslim Tetap Makan di Sekolah

14 Februari 2026
NASIONAL

Jelang Ramadan 2026, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg Secara Nasional

14 Februari 2026
EKONOMINASIONAL

Jelang Ramadan, Prabowo Minta Harga Pangan Tak Naik

14 Februari 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account