Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Mentan Amran: Gula Rafinasi Impor Banjiri Pasar, Petani Terpukul
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Mentan Amran: Gula Rafinasi Impor Banjiri Pasar, Petani Terpukul

Diterbitkan 8 April 2026
Bagikan

JAKARTA – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyoroti derasnya arus gula rafinasi impor di pasar domestik.

Ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (8/4/2026).

Berita Terkait
Tata Kelola Gula Dinilai JanggalDorong Kebijakan LartasBUMN Gula Rugi BesarPerlunya Penguatan Regulasi

Menurutnya, kondisi di lapangan tidak lagi sekadar kebocoran distribusi. Sebaliknya, gula rafinasi sudah membanjiri pasar.

“Kalau bocor itu sedikit, ini sudah banjir,” tegasnya.

Tata Kelola Gula Dinilai Janggal

Lebih lanjut, Amran menilai tata kelola gula nasional masih bermasalah. Di satu sisi, produksi dalam negeri belum mencukupi.

Namun demikian, gula lokal justru tidak terserap pasar. Kondisi ini sempat terjadi di Jawa Timur.

Selain itu, fenomena serupa juga dilaporkan petani di Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Menurut Amran, gula rafinasi impor memiliki kemurnian tinggi. Bahkan, tampilannya mirip gula konsumsi lokal.

Akibatnya, gula rafinasi masuk ke pasar konsumsi. Kondisi ini berdampak langsung pada petani tebu.

“Ini persoalan besar. Petani kita terpukul,” ujarnya.


Dorong Kebijakan Lartas

Untuk mengatasi masalah tersebut, Amran mendorong kebijakan larangan terbatas atau Lartas. Ia menilai kebijakan ini penting untuk melindungi pasar domestik.

Selain itu, kebijakan serupa juga perlu diterapkan pada komoditas lain. Misalnya susu dan kedelai.

Dengan demikian, perlindungan terhadap petani dan produsen lokal dapat diperkuat.

BUMN Gula Rugi Besar

Dalam forum yang sama, Dony Oskaria memaparkan kondisi industri gula nasional.

Ia menyebut PT Sinergi Gula Nusantara mengalami kerugian signifikan.

Kerugian tersebut mencapai Rp680 miliar. Penyebab utamanya adalah tekanan harga di pasar.

Menurutnya, masuknya gula rafinasi impor yang tidak terkendali memperburuk kondisi tersebut.

“Harga tidak cukup baik karena impor tidak terkontrol,” jelasnya.


Perlunya Penguatan Regulasi

Melihat kondisi ini, pemerintah didorong memperkuat regulasi. Terutama dalam pengawasan distribusi gula rafinasi.

Selain itu, sinergi antar lembaga juga perlu ditingkatkan. Dengan demikian, kebijakan dapat berjalan efektif.

Pada akhirnya, langkah ini diharapkan melindungi petani. Selain itu, stabilitas harga gula nasional dapat terjaga.

TAGGED:bumn gulagula nasionalgula rafinasiimpor gulaindustri gulakebijakan lartaspetani tebu
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Supervisi KKN UNM di Barru, Bupati Tegaskan Komitmen Penguatan Pendidikan
Barru Daerah PENDIDIKAN
17 April 2026
Realisasi Pembangunan Parepare Naik, Tasming Hamid Tegur OPD Berkinerja Rendah
Daerah Parepare
17 April 2026
Bupati Dukung Program Mentan Andi Amran, Produksi Pangan Naik Signifikan
EKONOMI NASIONAL
16 April 2026
Pemkab Barru Dorong Kepemimpinan Berintegritas Lewat Forum Nasional
Barru Daerah
16 April 2026

Anda mungkin menyukai

NASIONAL

Program BISA Kemenaker dan TikTok Dorong Peluang Kerja Digital

15 April 2026
NASIONAL

Pemerintah Buka 35.476 Lowongan Kopdes Merah Putih, Simak Syarat dan Cara Daftar

15 April 2026
NASIONAL

Polri Luncurkan Layanan Laporan Polisi Online, Super App Polri Kini Semakin Lengkap dan Transparan

15 April 2026
NASIONAL

780 Ribu Akun Anak Dihapus dari TikTok, Ini Dampak dan Tantangan PP TUNAS

14 April 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account