Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Wabup Abustan Buka Workshop IAD Pengembangan Perhutanan Sosial Berbasis Pendekatan Terintegrasi 
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Wabup Abustan Buka Workshop IAD Pengembangan Perhutanan Sosial Berbasis Pendekatan Terintegrasi 

Diterbitkan 6 Februari 2026
Bagikan

Koridor.id, BARRU – Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si., secara resmi membuka sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Workshop Peluang Pengembangan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial di Kabupaten Barru, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting RM Surya, Kecamatan Barru tersebut dihadiri Direktur Pilar Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulsel, Kepala Balai Perhutanan Sosial Gowa, Kepala UPT KPH Ajatappareng, Pimpinan OPD terkait, camat, kelompok perhutanan sosial, serta mitra terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada para pihak, khususnya PINUS, yang telah menunjuk Kabupaten Barru sebagai lokus pengembangan Perhutanan Sosial berbasis pendekatan terintegrasi.

Ia menegaskan bahwa workshop ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam mengoptimalkan potensi kawasan hutan sosial yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Barru sebagai lokasi pengembangan. Ini harus kita seriusi bersama, karena potensi yang kita miliki sangat besar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, luas perhutanan sosial di Kabupaten Barru mencapai sekitar 7.969 hektare yang telah memiliki legalitas, namun belum dikelola secara optimal. Jika potensi ini dikelola dengan baik dan terintegrasi, maka dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

“Saya sudah hitung, kalau dikelola serius, minimal bisa menghasilkan ratusan miliar rupiah per tahun, bahkan bisa menembus lebih dari satu triliun. Tetapi ini tidak boleh dikerjakan setengah-setengah. Semua sektor harus terlibat sesuai tugas dan fungsinya,” tegasnya.

Menurutnya, pengembangan Integrated Area Development tidak hanya berfokus pada pengelolaan hutan, tetapi juga harus mengintegrasikan berbagai sektor, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, hingga penguatan ekonomi masyarakat desa. Perhutanan sosial, kata dia, harus menjadi core business yang dihubungkan dengan potensi lain dalam satu kawasan.

Baca Juga  Kemenparekraf Gelar Bimtek Pemasaran Pariwisata di Enrekang

Ia menekankan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, desa, penyuluh, hingga kelompok masyarakat. Kepala desa, menurutnya, memegang peran penting dalam memastikan program berjalan di tingkat lapangan.

“Kuncinya ada di desa. Kalau desa kuat, maka kegiatan ini akan berjalan. Perhutanan sosial tidak bisa hanya mengandalkan kelompok, tetapi harus melibatkan seluruh masyarakat di sekitar kawasan,” jelasnya.

Wakil Bupati juga menyoroti masih rendahnya pemanfaatan kawasan yang telah memiliki izin kelola. Ia menilai bahwa pola pikir menunggu bantuan harus diubah menjadi semangat mandiri dalam mengelola potensi yang sudah dimiliki, mengingat izin pengelolaan kawasan dapat dimanfaatkan hingga puluhan tahun ke depan.

Dalam pemaparannya sebagai narasumber, Abustan menjelaskan bahwa konsep IAD menekankan integrasi ruang, sektor, pelaku, dan sumber daya dalam satu perencanaan kawasan yang utuh. Ia mencontohkan pengembangan di Desa Harapan yang memiliki potensi besar, mulai dari kopi, aren, durian, peternakan, hingga wisata savana dan hutan pinus yang dapat dikembangkan secara bersamaan.

“Kalau ini kita integrasikan dengan baik, maka bukan hanya perhutanan sosial yang hidup, tapi pariwisata, peternakan, hingga produk pangan lokal juga bergerak. Tujuannya satu, kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” katanya.

Ia juga mendorong penyusunan master plan terpadu yang melibatkan seluruh pihak agar pengembangan kawasan tidak berjalan parsial. Menurutnya, pendekatan berbasis tujuan (goal setting model) harus menjadi dasar, sehingga kegiatan tetap berjalan meskipun tanpa ketergantungan pada stimulus dari luar.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk dunia usaha dan perguruan tinggi, untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan seperti kopi sebagai salah satu fokus ekonomi kawasan. Ia optimistis, jika dikelola serius, perhutanan sosial di Barru dapat menjadi sumber ekonomi besar bagi masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga  Dipelantikan IKA SMAN 2 Parepare, Pj Wali Kota Akbar Ali Harapkan Kontribusi Pembangunan Daerah

Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta workshop untuk menjadikan kegiatan ini sebagai titik awal kerja nyata dalam menyusun langkah strategis pengembangan kawasan perhutanan sosial berbasis Integrated Area Development.

“Kalau kita bergerak bersama, saya yakin dalam dua tahun ke depan sudah mulai terlihat hasilnya. Yang menikmati bukan pemerintah, tetapi masyarakat. Itulah tujuan utama kita,” tutupnya. (*)

Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Mentan Amran dorong hilirisasi kelapa Indonesia
Amran Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Peluang Industri Bernilai Tinggi
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Grafik pergerakan harga pangan nasional berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia 3 Mei 2026
Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Hari Ini, Cabai dan Beras Kompak Turun
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
Parepare
2 Mei 2026
HIPMI Properti Sulsel Siap Dilantik, Bidik Penguatan Sektor Properti
BERITA
2 Mei 2026

Anda mungkin menyukai

BERITA

Satlantas Polres Polman Laksanakan Pengamanan dan Patroli Dialogis di Gereja

19 April 2026
BERITA

Patroli Perintis Presisi Polres Polewali Mandar Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

19 April 2026
BERITA

Bhabinkamtibmas Batupanga Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Pembagian Rumah di Kalimbua Timur

19 April 2026
BERITA

Bupati Barru Andi Ina Hadiri Halal Bihalal KEMAWA, Memperkuat Harmoni di Tengah Keberagaman

20 April 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account