Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Wali Kota Parepare Akui Sulit Pangkas Anggaran, PPPK Berpotensi Dikurangi
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Wali Kota Parepare Akui Sulit Pangkas Anggaran, PPPK Berpotensi Dikurangi

Diterbitkan 1 April 2026
Bagikan

PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengaku menghadapi dilema dalam menyusun strategi efisiensi anggaran untuk tahun 2027.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di DPRD Parepare, Selasa (31/3/2026).

Berita Terkait
Potensi Pemangkasan PPPK MunculBatas Belanja Pegawai 30 Persen Jadi TantanganProyek Hibah Miliaran Rupiah Tuai SorotanKritik Aktivis dan Isu Dugaan PungliDesakan Evaluasi Prioritas AnggaranKontras dengan Wacana Efisiensi

“Kalau Parepare ini kita tidak tahu yang mana lagi kita mau pangkas ini,” ujar Tasming.

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh Pemerintah Kota Parepare, melainkan hampir seluruh pemerintah daerah di Indonesia.


Potensi Pemangkasan PPPK Muncul

Dalam upaya menyesuaikan struktur anggaran, Tasming menyinggung kemungkinan pengurangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk menekan belanja pegawai.

Menurutnya, kebijakan tersebut masih sebatas wacana karena belum adanya regulasi teknis dari pemerintah pusat.

Namun, Pemkot Parepare tetap perlu melakukan langkah antisipasi.

“Minimal kita persiapkan opsi. Kalau regulasi tidak berubah, kita harus siap,” tegasnya.

Tasming juga mengungkapkan bahwa pembahasan terkait efisiensi anggaran telah dilakukan bersama Andi Sudirman Sulaiman.


Batas Belanja Pegawai 30 Persen Jadi Tantangan

Salah satu tantangan utama dalam efisiensi anggaran adalah ketentuan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari APBD.

Tasming berharap kebijakan tersebut dapat ditinjau kembali atau setidaknya tidak diterapkan secara langsung pada 2027.

“Mudah-mudahan regulasi itu bisa tidak dijalankan di tahun 2027,” katanya.


Proyek Hibah Miliaran Rupiah Tuai Sorotan

Di tengah wacana efisiensi anggaran, muncul sorotan terhadap dua proyek bernilai miliaran rupiah yang dialokasikan untuk Kejaksaan Negeri Parepare dan Polres Parepare.

Baca Juga  Parepare Siap Kembangkan Kendaraan Listrik, Pemkot Jajaki Kerja Sama SPKLU

Proyek tersebut tercantum dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Parepare tahun anggaran 2026 dan bersumber dari dana hibah pemerintah daerah.

Kebijakan ini menuai kritik dari sejumlah kalangan masyarakat sipil karena dinilai tidak sejalan dengan upaya efisiensi.


Kritik Aktivis dan Isu Dugaan Pungli

Aktivis Jaringan Oposisi Loyal (JOL), Muhammad Ikbal, menilai alokasi anggaran hibah tersebut tidak tepat sasaran.

“Masih banyak kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak,” ujarnya.

Ikbal juga menyoroti penghentian penanganan dugaan pungutan liar (pungli) di Lapangan Andi Makkasau.

Sebelumnya, pihak kejaksaan menyebut tidak ditemukan cukup bukti untuk melanjutkan kasus ke tahap penyidikan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Parepare, Andi Unru, menyatakan bahwa nilai kerugian dalam dugaan tersebut relatif kecil.


Desakan Evaluasi Prioritas Anggaran

Ikbal menegaskan bahwa sekecil apa pun praktik pungli tetap harus ditindak.

Ia juga menilai pemberian hibah kepada instansi vertikal perlu dikaji ulang, mengingat lembaga tersebut memiliki anggaran tersendiri dari pemerintah pusat melalui DIPA.

Sebagai tindak lanjut, pihak JOL berencana menyurati sejumlah lembaga nasional, termasuk:

  • Presiden RI
  • Kementerian PPN/Bappenas
  • Komisi Pemberantasan Korupsi
  • Kapolri
  • Jaksa Agung

Kontras dengan Wacana Efisiensi

Sorotan publik semakin menguat karena kebijakan hibah tersebut muncul bersamaan dengan pernyataan Wali Kota terkait kesulitan efisiensi anggaran.

Sejumlah pihak menilai pemerintah daerah perlu lebih selektif dalam menentukan prioritas, terutama jika kebijakan efisiensi berdampak pada tenaga PPPK.

TAGGED:Anggaran DaerahAPBD Parepareefisiensi anggaran pareparePPPK Parepareproyek hibah
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Mentan Amran dorong hilirisasi kelapa Indonesia
Amran Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Peluang Industri Bernilai Tinggi
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Grafik pergerakan harga pangan nasional berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia 3 Mei 2026
Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Hari Ini, Cabai dan Beras Kompak Turun
Ekonomi & Bisnis NASIONAL
3 Mei 2026
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
Parepare
2 Mei 2026
HIPMI Properti Sulsel Siap Dilantik, Bidik Penguatan Sektor Properti
BERITA
2 Mei 2026

Anda mungkin menyukai

Parepare

TPP ASN Parepare Kembali Normal, Pemkot Pastikan Pembayaran Tepat Waktu

30 April 2026
PareparePENDIDIKAN

Peresmian Auditorium dan MoU Institut Andi Sapada Perkuat Sinergi dengan Pemkot Parepare

30 April 2026
sapi kurban parepare 2026
DaerahEKONOMIEkonomi & Bisnis

Penurunan Sapi Kurban di Parepare 2026: Dampak Harga Naik dan Strategi Pemerintah

29 April 2026
Hermanto P mengikuti forum ASWAKADA 2026 di Jakarta
NASIONALParepare

Dari Jakarta ke Parepare, Ini Misi Hermanto Usai Bimtek ASWAKADA 2026

28 April 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account