Koridor.idKoridor.idKoridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Mentan Ajak Kepala Daerah Wujudkan Swasembada Pangan di Retreat Magelang
Font ResizerAa
Koridor.idKoridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Mentan Ajak Kepala Daerah Wujudkan Swasembada Pangan di Retreat Magelang

Diterbitkan 25 Februari 2025
Bagikan

MAGELANG, KORIDOR.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak para kepala daerah untuk bersama-sama mewujudkan swasembada pangan dalam sesi materi di Retreat Magelang Pembekalan Kepala Daerah 2025-2030 yang digelar Kemendagri di Magelang pada Selasa, 25 Februari 2025.

Mentan Amran menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.

“Tidak ada superman dalam pembangunan pertanian Indonesia. Keberhasilan ini hanya bisa diraih dengan kolaborasi antara gubernur, bupati, dan seluruh pihak terkait,” tegasnya.

Mentan Amran yang tampak hadir didampingi Wamentan Sudaryono ini, menyoroti kolaborasi itu dibuktikan pada saat Indonesia menghadapi dampak El Nino yang sangat besar pada awal 2024, di mana Indonesia sempat mengalami defisit empat juta ton beras. Pemerintah pun menjalankan program pompanisasi secara masif untuk mengatasi kekeringan di berbagai wilayah.

“Namun, berkat upaya bersama antara pemerintah pusat, daerah, serta dukungan TNI dan Polri, kita bisa berhasil tingkatkan produksi,” jelas Mentan Amran.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menegaskan dampak perubahan iklim menjadi ancaman krisis pangan global dan seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak.

“Saat ini, dunia menghadapi tantangan besar. Sebanyak 58 negara mengalami kekurangan pangan, diperparah dengan fenomena iklim seperti El Nino, La Nina, juga kekeringan ekstrim. Jika krisis pangan melanda, negara bisa bubar,” ujar Mentan Amran.

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan swasembada pangan dalam waktu singkat. Bahkan, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil, Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai swasembada pangan dalam tiga tahun.

“Namun, setelah kembali ke tanah air, target tersebut dipercepat menjadi satu tahun. Di depan Sidang Kabinet waktu itu diumumkan Indonesia tidak lagi mengimpor pangan pada 2025,” sebutnya.

Mentan Amran menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan efisiensi anggaran guna memastikan program percepatan swasembada berjalan optimal. Salah satunya dengan mengurangi biaya perjalanan dinas dan memindahkan rapat dari hotel ke tempat yang lebih hemat biaya.

“Kami harus efisien, efektif, dan produktif. Anggaran sudah tepat sasaran, dan kami pastikan setiap langkah yang diambil benar-benar mendukung percepatan swasembada pangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada Januari-Maret 2024 meningkat 52 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun, harga beras yang masih tinggi dinilai sebagai anomali, yang menurutnya mengindikasikan adanya permainan harga beras.

“Dulu, harga tinggi karena stok beras tipis. Sekarang stok melimpah, tapi harga tetap tinggi. Artinya, ada yang bermain. Kita harus tegas demi rakyat Indonesia, terutama masyarakat kecil. Semua yang mempermainkan harga akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Mentan Amran.

Sesi pembekalan dari Mentan Amran ini merupakan bagian dari kegiatan Retret kepala Daerah yang bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih erat antar kepala daerah.

Dengan adanya interaksi dan diskusi selama kegiatan berlangsung, diharapkan para peserta dapat memperkuat koordinasi serta memperlancar implementasi program kerja di tingkat daerah, sehingga selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

Tampak hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman. (*)

Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

RSUD Andi Makkasau Tertibkan Layanan Rawat Jalan Urologi
KESEHATAN 31 Januari 2026
Tinjau Pembangunan Masjid Raya, Bupati Andi Ina Optimis Digunakan Ramadan 
BERITA 31 Januari 2026
Bhabinkamtibmas Desa Nepo Bersama Aparat Desa Gelar Kerja Bakti
BERITA 30 Januari 2026
Personel Polsek Urban Wonomulyo Dampingi Petani Jagung Jual Hasil Panen ke BULOG
BERITA 30 Januari 2026

Anda mungkin menyukai

BERITA

Unit Lantas Polsek Urban Wonomulyo Datangi TKP Kecelakaan Maut di Luyo, Dua Pengendara Motor Tewas

30 Januari 2026
BERITA

Truk Bermuatan BBM Solar Diamankan, Pihak SPBU Bantah Praktik Ilegal

30 Januari 2026
BERITA

Peduli Kebersihan, Babinsa Koramil 1405-03/Bacukiki Bersihkan Sampah di Pantai Taman Mattirotasi

30 Januari 2026
BERITA

Babinsa Koramil 1405-01/Ujung Latih Siswa SMP Negeri 1 Parepare Baris Berbaris 

29 Januari 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account