Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Zulhas Ungkap Penyebab Harga MinyaKita Melonjak, Pemerintah Ubah Skema Distribusi
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Zulhas Ungkap Penyebab Harga MinyaKita Melonjak, Pemerintah Ubah Skema Distribusi

Diterbitkan 22 April 2026
Harga MinyaKita naik di pasar tradisional akibat bantuan pangan
MinyaKita mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah akibat terserap program bantuan pangan pemerintah.
Bagikan

JAKARTA – Pemerintah mengungkap penyebab kenaikan harga MinyaKita naik di sejumlah daerah. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut lonjakan harga terjadi karena pasokan minyak goreng tersebut terserap untuk program Bantuan Pangan.

Berita Terkait
Pasokan Terserap Program BantuanHarga Melewati HET di Sejumlah DaerahPemerintah Ubah Skema DistribusiMinyaKita Terlalu PopulerDistribusi Jadi Sorotan
Baca Juga  Jelang Ramadan 2026, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg Secara Nasional

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026), Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa program Bantuan Pangan menyalurkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).


Pasokan Terserap Program Bantuan

Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa bantuan tersebut disalurkan sebanyak dua kali. Artinya, kebutuhan minyak goreng meningkat drastis dalam waktu singkat.

“Jadi, kemarin ada 33 juta bantuan pangan, kali 2 liter, kali 2 bulan. Nah, pakai MinyaKita. Itu tersedot, sehingga di pasar agak berkurang dan harga menjadi naik,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan, total kebutuhan minyak goreng dalam program tersebut mencapai sekitar 132 juta liter. Volume besar ini diambil dari pasokan MinyaKita yang sebelumnya beredar di pasar tradisional.

Baca Juga  Terima Kunjungan Sekjen PII, Pj Gubernur Sulbar Ingin Kolaborasi Dalam Membangun

Akibatnya, ketersediaan di pasar menurun. Selain itu, kondisi ini langsung mendorong kenaikan harga di berbagai wilayah.


Harga Melewati HET di Sejumlah Daerah

Data per 21 April 2026 menunjukkan harga MinyaKita mencapai Rp15.942 per liter, naik dari posisi 25 Maret sebesar Rp15.888 per liter.

Namun demikian, di sejumlah daerah harga bahkan melonjak hingga Rp20.000–Rp22.000 per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Baca Juga  Garda Terdepan Transformasi Pertanian Indonesia, Mentan Amran Apresiasi Peran Penyuluh dan Babinsa

Pemerintah Ubah Skema Distribusi

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah langsung mengambil langkah strategis. Salah satunya dengan mengubah skema penyaluran bantuan pangan.

Kini, Perum Bulog tidak lagi hanya menggunakan MinyaKita, tetapi juga diperbolehkan menyalurkan minyak goreng merek lain dengan harga yang sama.

Baca Juga  Pemilihan ketua DPRD Polman, menunggu Juknis DPP, Wakil ketua: perolehan suara masuk kategori prestasi

Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan di pasar sekaligus menekan lonjakan harga.

“Jadi sudah ketemu sebabnya kenapa naik. Karena bantuan pangan itu sangat besar dan menyerap stok dari pasar tradisional,” kata Zulkifli Hasan.


MinyaKita Terlalu Populer

Lebih lanjut, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa MinyaKita awalnya merupakan minyak curah yang diolah lebih higienis dan dikemas sebagai produk pemerintah.

Baca Juga  Airlangga Jabat Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat, Taufan: Jabatan Strategis Untuk Kepentingan Bangsa

Produk ini dirancang untuk menggantikan minyak curah di pasar tradisional. Namun, popularitasnya meningkat pesat karena harga yang lebih terjangkau.

“MinyaKita ini terlalu populer sekarang. Semua orang membelinya,” ujarnya.

Akibatnya, permintaan yang tinggi tidak diimbangi distribusi yang optimal.

Baca Juga  KPPU Kanwil VI dan Dusdag Sulsel Pantau Minyak Goreng Curah dan Minyak Kita

Distribusi Jadi Sorotan

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, menilai kenaikan harga ini sebagai anomali.

Ia menegaskan bahwa pasokan bahan baku minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebenarnya tersedia dalam jumlah cukup.

“Produksi cukup, bahan baku aman. Jadi kalau harga naik, itu bukan soal pasokan, tetapi distribusi yang tidak terkendali,” tegasnya.

Kenaikan harga juga tercatat terjadi di wilayah dengan distribusi relatif lancar seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Bali.

TAGGED:bantuan panganminyak goreng murahminyak sawit
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Layanan VIP Tetap Dibuka, Imigrasi Parepare Komitmen Beri Pelayanan Optimal di Kantor Sementara
Parepare
28 April 2026
Pertandingan Bali United vs PSM Makassar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Taktik PSM Runtuh Usai Kartu Merah, Bali United Menang 2-0
OLAHRAGA
27 April 2026
Caretaker PORDI Parepare Segera Gelar Pemilihan Ketua pada Mei
Parepare
27 April 2026
Selamat dan Sukses HUT Gardu Hulk 57 Domino, Dimeriahkan 240 Pasang Peserta
Parepare
27 April 2026

Anda mungkin menyukai

Stok beras Bulog capai 5 juta ton tanda swasembada pangan
EKONOMINASIONAL

Menteri Pertanian Sebut Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Ini Datanya

26 April 2026
ground breaking Fairus Zamzam Parepare
DaerahEKONOMIParepare

Ground Breaking Fairus Zamzam, Tasming Hamid Dorong Investasi Properti

24 April 2026
barcode MyPertamina hilang cara daftar ulang BBM subsidi
EKONOMINASIONAL

Barcode Pertalite Hilang, Ini Solusi dan Cara Daftar Ulang MyPertamina

24 April 2026
polemik kuota internet hangus dan akses digital Indonesia
EKONOMINASIONALPENDIDIKAN

BPKN Ingatkan Kuota Hangus Bukan Sekadar Kerugian Individu

24 April 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account