PAREPARE – Upaya memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan di Kota Parepare melalui pendekatan berbasis digital. Salah satu produk lokal yang mendapat perhatian adalah UMKM keripik ubi ungu Parepare, yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.
Melalui program hibah RisetMuh Tahun 2025/2026, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berbasis kewirausahaan melaksanakan kegiatan pendampingan kepada UMKM Keripik “3 Saudara” di Parepare. Program ini dipimpin oleh Fatimah, SE, MSi, CTA, ACPA, bersama anggota tim Dr Rahmawati, MEng, dan Deasy Soraya A Aminartha Putri, SE, MM.
Pendampingan difokuskan pada penguatan sistem pengelolaan usaha, khususnya pencatatan keuangan dan pemasaran berbasis digital, guna meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan usaha.
Penguatan Sistem Keuangan Berbasis Digital
Dalam kegiatan tersebut, tim PKM memberikan edukasi terkait pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis dan terstruktur. Pelaku UMKM diperkenalkan pada penggunaan aplikasi akuntansi sederhana seperti Jurnal, Zahir, dan Microsoft Excel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha kecil.
Pencatatan keuangan yang baik dinilai menjadi fondasi penting dalam pengembangan UMKM, karena dapat membantu pelaku usaha memantau arus kas, menghitung keuntungan, serta merencanakan pengembangan usaha secara lebih terarah.
Selain itu, pemanfaatan teknologi akuntansi digital juga dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan usaha.
Penguatan Branding dan Kemasan Produk
Selain aspek keuangan, pendampingan juga mencakup peningkatan kualitas produksi melalui penguatan identitas merek (branding) dan desain kemasan (packaging). Kemasan yang menarik dinilai mampu meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperkuat citra produk di mata konsumen.
Dengan desain kemasan yang lebih modern dan informatif, produk keripik ubi ungu diharapkan dapat bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di pasar regional dan nasional.
Upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM lokal Parepare.
Pemanfaatan Media Sosial untuk Perluasan Pasar
Tim PKM juga memberikan edukasi mengenai strategi pemasaran digital melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Platform digital dinilai menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar dengan biaya yang relatif terjangkau.
Pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan media sosial sebagai media promosi, membangun interaksi dengan pelanggan, serta memperkuat identitas merek secara digital.
Langkah ini sejalan dengan perkembangan era digital yang menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif dan inovatif dalam memasarkan produk.
FGD Tingkatkan Profesionalisme Pelaku UMKM
Sebagai bagian dari rangkaian program, tim PKM juga melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara profesional.
Melalui diskusi ini, pelaku UMKM mendapatkan pemahaman terkait strategi pengembangan usaha, manajemen operasional, serta peluang pasar yang dapat dimanfaatkan.
Owner Keripik “3 Saudara”, Nurlia, menyambut baik kegiatan pendampingan tersebut. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini, terutama dalam memahami cara pengelolaan keuangan dan pemasaran digital,” ujarnya.
Dorong UMKM Lebih Adaptif dan Berdaya Saing
Program pendampingan ini diharapkan mampu mendorong UMKM lokal Parepare menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tren pasar. Dengan pengelolaan usaha yang lebih profesional dan strategi pemasaran digital yang tepat, UMKM diharapkan dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Penguatan kapasitas berbasis digital menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Parepare.

