Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Dialog 118 BEM dan Mentan Amran: MBG hingga Swasembada Pangan Jadi Sorotan
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Dialog 118 BEM dan Mentan Amran: MBG hingga Swasembada Pangan Jadi Sorotan

Diterbitkan 7 Mei 2026
Dialog Mentan Amran bersama 118 BEM Indonesia bahas program pertanian
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berdialog dengan mahasiswa dari 118 BEM seluruh Indonesia di Jakarta
Bagikan

Koridor.id, Jakarta — Sebanyak 118 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia bertemu langsung dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sebuah forum dialog terbuka yang berlangsung dinamis, Rabu (6/5/2026).

Berita Terkait
Kritik Konstruktif Mahasiswa Jadi Energi PerbaikanMBG dan Dampaknya: Dari Gizi hingga Ekonomi DesaKopdes Merah Putih: Memutus Rantai Panjang DistribusiSwasembada Pangan: Klaim Berbasis DataProduksi Naik, Impor Turun, Ekspor MelejitKesejahteraan Petani MeningkatPeran Strategis Pertanian dalam Ekonomi NasionalPenegakan Hukum: Sinyal Keras untuk Mafia PanganHilirisasi dan Kemandirian EnergiTransparansi dan Kolaborasi Generasi MudaMomentum Baru: Mahasiswa sebagai Mitra Kritis Pemerintah
Baca Juga  Kementan Percepat Cetak Sawah, Antisipasi El Nino 2027

Sejak awal, diskusi berjalan hidup. Mahasiswa tidak sekadar hadir sebagai pendengar, melainkan aktif menyampaikan kritik, masukan, hingga laporan lapangan. Interaksi ini menandai ruang baru komunikasi publik yang lebih terbuka antara pemerintah dan generasi muda.

Sorak “Hidup Mahasiswa!” hingga “Merdeka!” beberapa kali menggema, mencerminkan energi kritis sekaligus harapan terhadap arah kebijakan pertanian nasional.

Baca Juga  Kapolri Perkuat Desk Ketenagakerjaan Polri hingga Daerah untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kritik Konstruktif Mahasiswa Jadi Energi Perbaikan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi sikap kritis mahasiswa yang dinilai tetap berada dalam koridor konstruktif.

“Saya salut pada BEM. Cukup kritis tapi konstruktif. Bukan fitnah, ini bagus untuk membangun komunikasi,” ujar Amran.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kritik mahasiswa tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian penting dari mekanisme kontrol publik dalam demokrasi kebijakan.

Baca Juga  Pengelola Penginapan Wajib Laporkan Keberadaan Tamu Asing Lewat APOA

MBG dan Dampaknya: Dari Gizi hingga Ekonomi Desa

Salah satu fokus utama diskusi adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

Menurut Amran, program ini tidak berdiri sendiri. Lebih dari itu, MBG menjadi penggerak ekonomi desa karena berfungsi sebagai penyerap hasil produksi petani.

“MBG ini menjadi offtaker bagi 160 juta petani. Ekonomi desa bergerak dan anak-anak lebih cerdas karena gizinya terpenuhi,” jelasnya.

Dengan kata lain, MBG memiliki efek ganda:

  • Peningkatan kualitas SDM
  • Penguatan pasar domestik petani
Baca Juga  Terima Kunker Dirjen Holtikultura Kementan, Bupati Barru Komitmen Dukung Swasembada Pangan

Kopdes Merah Putih: Memutus Rantai Panjang Distribusi

Selain MBG, pemerintah juga mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) sebagai strategi reformasi rantai pasok pangan.

Selama ini, distribusi komoditas dinilai terlalu panjang dan tidak efisien.

“Ada 8 tahap distribusi. Kopdes akan memutus rantai yang selama ini dinikmati middleman hingga Rp336 triliun per tahun,” tegas Amran.

Langkah ini dinilai krusial untuk:

  • Meningkatkan nilai tambah petani
  • Menekan biaya distribusi
  • Mengurangi dominasi perantara
Baca Juga  Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Pemerintah Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional

Swasembada Pangan: Klaim Berbasis Data

Dalam forum tersebut, Amran juga memaparkan capaian strategis sektor pertanian yang diklaim berbasis data.

Salah satu poin paling menonjol adalah stok beras nasional yang mencapai lebih dari 5 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Dulu hanya sekitar 2,6 juta ton, sekarang di atas 5 juta ton. Ini belum pernah terjadi,” ujarnya.

Berdasarkan standar FAO, sebuah negara dikatakan swasembada jika impor di bawah 10 persen. Indonesia saat ini berada di bawah 5 persen untuk 11 komoditas utama.

Artinya, secara indikator global, Indonesia telah memenuhi kriteria swasembada pangan.

Baca Juga  Mentan Amran Menelusuri Jaringan Irigasi di Konawe Demi Swasembada 

Produksi Naik, Impor Turun, Ekspor Melejit

Data menunjukkan tren positif:

  • Produksi pangan: 73,7 juta ton
  • Kebutuhan nasional: 68,7 juta ton
  • Impor: hanya 3,5 juta ton

Sementara itu:

  • Ekspor naik 28,26% (Rp166,71 triliun)
  • Impor turun 9,66% (Rp41,68 triliun)

“Produksi naik, ekspor meningkat, impor kita tekan. Fondasi pertanian semakin kuat,” kata Amran.

Baca Juga  Bukber DLU Parepare, Budiono: Kita Perkuat Komunikasi dan Sinergi dengan Mitra Kerja 

Kesejahteraan Petani Meningkat

Indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif.

Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125,45 pada Februari 2026, level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Faktor pendorong utamanya antara lain:

  • Penurunan harga pupuk subsidi hingga 20%
  • Kebijakan pro-petani
  • Stabilitas harga pangan

“Pupuk subsidi turun 20 persen. Ini pertama dalam sejarah Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Barru Hadiri Rakornas Kementan 2026, Bahas Antisipasi Kemarau dan Swasembada Pangan

Peran Strategis Pertanian dalam Ekonomi Nasional

Sektor pertanian kini menyumbang 12,67% terhadap PDB nasional, menjadikannya salah satu tulang punggung ekonomi.

Di sisi lain, sektor ini juga berperan sebagai:

  • Penahan inflasi
  • Penyerap tenaga kerja
  • Penjaga stabilitas pangan nasional
Baca Juga  Tito Karnavian: Pengumuman Resmi WFH ASN Akan Disampaikan Besok

Penegakan Hukum: Sinyal Keras untuk Mafia Pangan

Amran juga menyoroti aspek penegakan hukum di sektor pertanian.

Sebanyak 76 tersangka telah diproses, termasuk kasus mafia pupuk dan praktik ilegal lainnya.

“Ada koruptor, kita penjarakan. Tidak boleh ada penyalahgunaan uang negara,” tegasnya.

Mahasiswa pun turut melaporkan temuan di lapangan, seperti distribusi pupuk bermasalah dan bawang ilegal.

Respons cepat pemerintah dalam forum ini menjadi sinyal bahwa pengawasan publik mulai terintegrasi dengan kebijakan.

Baca Juga  Ganjar Pranowo Lepas 500 Ribu Peserta Jalan Sehat Pra Muktamar Muhammadiyah ke-48

Hilirisasi dan Kemandirian Energi

Transformasi pertanian juga diarahkan ke hilirisasi komoditas strategis seperti:

  • Sawit
  • Kakao
  • Kopi
  • Kelapa

Program ini membuka peluang investasi besar dan penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, pemerintah mendorong kemandirian energi melalui biodiesel (B5) dan bioetanol (E20).

Baca Juga  Mentan Amran Peroleh Kenaikan Pangkat Lektor Kepala Universitas Hasanuddin

Transparansi dan Kolaborasi Generasi Muda

Dalam penutupnya, Amran menegaskan komitmen transparansi.

“Silakan mahasiswa lihat langsung. Kita bangun kepercayaan dengan data,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri.

“Negara ini milik kita bersama. Mahasiswa harus kita libatkan,” tambahnya.

Baca Juga  Satgas Pangan Ungkap Penyelundupan Besar, Amran Sebut Ada Jaringan Mafia Pangan

Momentum Baru: Mahasiswa sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Pertemuan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan momentum strategis membangun kolaborasi antara negara dan generasi muda.

Mahasiswa tampil sebagai:

  • Pengawas kebijakan
  • Penyampai realitas lapangan
  • Mitra kritis pemerintah

Jika pola dialog seperti ini terus dijaga, maka transformasi pertanian Indonesia tidak hanya berbasis data, tetapi juga legitimasi publik.

Nunuk Suryani Tegaskan Guru Non ASN Tidak Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Nunuk Suryani Tegaskan Guru Non ASN Tidak Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

dari interaksinews.id
Baca Selengkapnya →
PSM Makassar Tak Berkutik di Malang, Arema FC Menang Telak 3-0

PSM Makassar Tak Berkutik di Malang, Arema FC Menang Telak 3-0

dari interaksinews.id
Baca Selengkapnya →
TAGGED:BEM IndonesiaEkonomi Desahilirisasikoperasi desaMBGMentan amranNTP petaniPertanian IndonesiaStok Berasswasembada pangan
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Wali Kota Parepare Tasming Hamid saat konsultasi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri di Jakarta
Efisiensi Anggaran Nasional, Pemkot Parepare Mulai Restrukturisasi OPD dan Perkuat PAD
Ekonomi & Bisnis Parepare POLITIK
9 Mei 2026
Pemain Arema FC merayakan gol ke gawang PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan
Arema FC Hajar PSM Makassar 3-0, Juku Eja Kembali Bermasalah di Lini Depan
OLAHRAGA
9 Mei 2026
Rapat Perdana IJS Polman Bahas Sejumlah Isu  Krusial Termasuk Persiapan Pelantikan dan Pengukuhan
BERITA
9 Mei 2026
Wow..! Adira Expo Promo Besar di Kota Parepare, Solusi Finansial Untuk Masyarakat, Hadirkan Bergaia Produk Kebutuhan Keluarga
Parepare
9 Mei 2026

Anda mungkin menyukai

Proyek rehabilitasi jalan di Parepare terdampak kenaikan harga aspal 2026
DaerahEkonomi & Bisnis

Proyek Infrastruktur Parepare 2026 Ditekan Harga Aspal, PUPR Putar Strategi Anggaran

9 Mei 2026
Aktivitas masyarakat di pasar tradisional Kota Parepare saat harga kebutuhan pokok stabil
DaerahEkonomi & Bisnis

Inflasi Parepare Terkendali, Pemkot Dinilai Berhasil Jaga Distribusi dan Harga Pangan

9 Mei 2026
TVRI membuka lisensi gratis nobar Piala Dunia 2026 untuk UMKM
EKONOMINASIONALOLAHRAGA

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 untuk UMKM, Begini Cara Daftarnya

7 Mei 2026
pemeriksaan sapi kurban parepare idul adha
Ekonomi & BisnisParepare

Jelang Idul Adha, 1.025 Sapi Kurban di Parepare Diberi Obat Cacing, Pengawasan Diperketat

7 Mei 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account