Koridor.id Koridor.id Koridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Satgas Pangan Ungkap Penyelundupan Besar, Amran Sebut Ada Jaringan Mafia Pangan
Font ResizerAa
Koridor.id Koridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Satgas Pangan Ungkap Penyelundupan Besar, Amran Sebut Ada Jaringan Mafia Pangan

Diterbitkan 18 April 2026
Satgas Pangan gagalkan penyelundupan bawang ilegal
Petugas menyita puluhan ton komoditas pangan ilegal hasil penyelundupan di Pontianak.
Bagikan

Jakarta – Satgas Pangan dari Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyelundupan komoditas pangan ilegal sebanyak 23,1 ton di Pontianak.

Komoditas tersebut terdiri dari berbagai jenis bawang hingga cabai kering yang diduga masuk tanpa prosedur resmi.

Berita Terkait
Mentan: Indonesia Sudah Swasembada BawangBarang Ilegal Didominasi Produk ImporAmran Soroti Peran Mafia PanganKasus Berulang di Berbagai DaerahCelah Geografis Jadi TantanganPerkuat Koordinasi Lintas Sektor

Mentan: Indonesia Sudah Swasembada Bawang

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada bawang merah.

Karena itu, masuknya produk ilegal dinilai sangat merugikan petani lokal dan merusak harga pasar.

“Kita sudah swasembada bawang merah. Tidak ada alasan barang ilegal masuk selain merusak harga petani,” tegas Amran.


Barang Ilegal Didominasi Produk Impor

Dalam pengungkapan tersebut, aparat menyita berbagai komoditas impor, antara lain:

  • Bawang merah asal Thailand: 2,1 ton
  • Bawang putih asal China: 9,1 ton
  • Bawang bombai Belanda: 7,9 ton
  • Bawang bombai India: 1,6 ton
  • Cabai kering China: 2,2 ton

Temuan ini menunjukkan adanya pola distribusi ilegal lintas negara yang terorganisir.


Amran Soroti Peran Mafia Pangan

Amran mengecam praktik impor ilegal yang dinilai tidak lepas dari kepentingan kelompok tertentu.

“Ada pihak yang tidak ingin Indonesia mandiri pangan. Mereka terus mencari celah merusak pasar,” ujarnya.

Ia menyebut praktik ini sebagai bagian dari jaringan mafia pangan yang beroperasi secara sistematis.


Kasus Berulang di Berbagai Daerah

Lebih lanjut, Amran mengungkap bahwa kasus di Pontianak bukan kejadian tunggal.

Dalam beberapa bulan terakhir, aparat telah menggagalkan berbagai kasus serupa, di antaranya:

  • 133,5 ton bawang bombai ilegal di Semarang
  • 72 ton bawang bombai ilegal di Surabaya
  • 250 ton beras ilegal di Sabang
  • 1.000 ton beras ilegal di Tanjung Balai Karimun
Baca Juga  Kementan Percepat Cetak Sawah, Antisipasi El Nino 2027

Menurutnya, pola ini berulang dan melibatkan jaringan besar.

“Skalanya sudah ratusan hingga ribuan ton. Artinya ada kekuatan besar di belakangnya,” tegasnya.


Celah Geografis Jadi Tantangan

Amran menjelaskan bahwa kondisi geografis Indonesia menjadi salah satu faktor utama.

Dengan garis pantai yang panjang, penyelundup memanfaatkan jalur tidak resmi untuk memasukkan barang ilegal.

Oleh karena itu, pengawasan lintas wilayah perlu diperkuat secara terpadu.


Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Kementerian Pertanian akan terus meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum.

Langkah ini bertujuan untuk:

  • menutup celah penyelundupan
  • memperkuat sistem distribusi pangan
  • melindungi petani lokal

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk menjaga kedaulatan pangan nasional.

Dengan pengawasan yang ketat dan kolaborasi lintas sektor, praktik ilegal diharapkan dapat ditekan sehingga petani Indonesia tetap terlindungi.

TAGGED:Andi Amran SulaimanBareskrim Polribawang ilegalberita nasionalmafia panganpangan ilegalPenyelundupan panganpetani IndonesiaSatgas Panganswasembada pangan
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

Wali Kota Parepare Tasming Hamid saat konsultasi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri di Jakarta
Efisiensi Anggaran Nasional, Pemkot Parepare Mulai Restrukturisasi OPD dan Perkuat PAD
Ekonomi & Bisnis Parepare POLITIK
9 Mei 2026
Pemain Arema FC merayakan gol ke gawang PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan
Arema FC Hajar PSM Makassar 3-0, Juku Eja Kembali Bermasalah di Lini Depan
OLAHRAGA
9 Mei 2026
Rapat Perdana IJS Polman Bahas Sejumlah Isu  Krusial Termasuk Persiapan Pelantikan dan Pengukuhan
BERITA
9 Mei 2026
Wow..! Adira Expo Promo Besar di Kota Parepare, Solusi Finansial Untuk Masyarakat, Hadirkan Bergaia Produk Kebutuhan Keluarga
Parepare
9 Mei 2026

Anda mungkin menyukai

TVRI membuka lisensi gratis nobar Piala Dunia 2026 untuk UMKM
EKONOMINASIONALOLAHRAGA

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 untuk UMKM, Begini Cara Daftarnya

7 Mei 2026
Dialog Mentan Amran bersama 118 BEM Indonesia bahas program pertanian
Ekonomi & BisnisNASIONAL

Dialog 118 BEM dan Mentan Amran: MBG hingga Swasembada Pangan Jadi Sorotan

7 Mei 2026
Penghapusan guru honorer 2027 dan skema PPPK
NASIONALPENDIDIKAN

Pemerintah Hapus Guru Honorer Mulai 2027, Ini Dampaknya bagi Daerah

7 Mei 2026
Tabung gas 3 kg konversi LPG ke CNG
Ekonomi & BisnisNASIONAL

Konsumsi LPG Tinggi, Pemerintah Siapkan CNG Tabung 3 Kg sebagai Alternatif

5 Mei 2026
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account