Koridor.idKoridor.idKoridor.id
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Cari
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Tag Berita
  • Berita Otomotif
  • Lainnya
Reading: Melek Aksara, Modal Penting Tingkatkan Kompetensi Literasi
Font ResizerAa
Koridor.idKoridor.id
Font ResizerAa
Cari
  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
@2020 Koridor.id All Right Reserved

Melek Aksara, Modal Penting Tingkatkan Kompetensi Literasi

Diterbitkan 9 September 2022
Bagikan

Koridor.id  — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya mendorong masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kemampuan literasi. Pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2022 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, (8/9/2022), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan peningkatan angka melek aksara saat ini sudah mencapai 99 persen. Hal tersebut dianggap bisa menjadi modal penting untuk melangkah ke tahap selanjutnya.

“Kita patut berbangga, karena peningkatan masyarakat yang mampu membaca terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data BPS, angka masyarakat yang bisa membaca di tahun 2011 di Indonesia sekitar 92 persen yang kemudian naik drastis ke 99 persen. Peningkatan itu bukan capaian tertinggi yang ingin kita raih, tetapi bisa menjadi modal dasar kita bergerak ke tahap selanjutnya, yaitu peningkatan kompetensi literasi,” kata Mendikbudristek.

Ia menambahkan, literasi merupakan salah satu bagian penting dalam program Merdeka Belajar, di mana peningkatan kompetensi literasi dan numerasi menjadi fokus dalam program tersebut. Untuk itu Kemendikbudristek telah melakukan terobosan dalam bentuk Asesmen Nasional (AN) yang tidak lagi menentukan kelulusan, tetapi sebagai alat evaluasi dalam pemenuhan kompetensi siswa di bidang literasi dan numerasi.

“Hasil AN 2021 menunjukkan hanya sekitar 43 persen pelajar yang memenuhi standar minimum untuk literasi. Temuan itu menunjukkan bahwa kita harus mendorong inisiatif-inisiatif yang berfokus pada peningkatan kemampuan literasi,” ujarnya.

Untuk itu, Mendikbudristek mengajak para pemangku kepentingan agar bersama membantu mendorong peningkatan kompetensi literasi. Penerapan Kurikulum Merdeka menjadi salah satu opsi yang dapat diambil. Materi pelajaran yang lebih sederhana namun mendalam ini tidak lagi mengarah ke dalam bentuk hafalan. Peserta didik justru didorong untuk lebih banyak menggali informasi, referensi, hingga membandingkan bermacam sumber bacaan. Menurut Mendikbudristek, Kurikulum Merdeka dengan penyederhanaan materi dan lebih berfokus pada esensi pembelajaran telah diterapkan dan berdampak luar biasa pada peningkatan kompetensi literasi. (mendikbud)

Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print

Follow Kami

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

Berita Terbaru

RSUD Andi Makkasau Tertibkan Layanan Rawat Jalan Urologi
KESEHATAN 31 Januari 2026
Tinjau Pembangunan Masjid Raya, Bupati Andi Ina Optimis Digunakan Ramadan 
BERITA 31 Januari 2026
Bhabinkamtibmas Desa Nepo Bersama Aparat Desa Gelar Kerja Bakti
BERITA 30 Januari 2026
Personel Polsek Urban Wonomulyo Dampingi Petani Jagung Jual Hasil Panen ke BULOG
BERITA 30 Januari 2026

Anda mungkin menyukai

PENDIDIKAN

“KPU Mengajar” di SMAN 2 dan 3 Parepare, Siswa Antusias Ikuti Diskusi Kelompok dan Kuis Pemilu

14 Januari 2026
PENDIDIKAN

Program MBG Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Produktivitas Kerja Masyarakat

10 Januari 2026
PENDIDIKAN

SDN 84 Parepare Juara Umum Tingkat Junior di Phinisi Marching Competition 2025

23 November 2025
PENDIDIKAN

Gus Dur, Pahlawan Sufi yang Menyelamatkan Kemanusiaan

11 November 2025
Follow US
@2020 Koridor.id All Right Reserved
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kontak kami
Welcome Back!

Sign in to your account